Kamis, 23 Oktober 2014
16:18 WIB
Konflik di Aceh, Rivalitas Partai Lokal dan Nasional
Peristiwa di Aceh harus mendapat penanganan khusus.
Like
Ikrar pemilu damai di Aceh.
Eko Priliawito, Nur Eka Sukmawati | Rabu, 5 Maret 2014, 10:58 WIB
VIVAnews - Aksi teror melanda Aceh menjelang pemilu 2014. Penembakan seorang calon anggota legislatif Partai Nasional Aceh dan pembakaran posko Partai Nasdem dan PNA di Alue Awe, Geureudong Pase, Aceh Utara, pagi tadi harus menjadi perhatian serius.

Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, TB Hasanuddin menyatakan situasi di Aceh jelang pemilu pada April nanti sudah sangat mengkhawatirkan. Politisi PDI Perjuangan itu melihat ada rivalitas antara partai daerah dengan partai nasional.

"Konfliknya berasal dari konflik pemilu legislatif. Partai lokal merasa tersaingi dengan partai nasional. Ada gesekan antar calon, dan gesekan itu terjadi di daerah yang banyak memegang senjata," ujar Tubagus di DPR, Jakarta, Rabu, 5 Maret 2014.

Menurut Tubagus, BIN, Polri, dan TNI secara bersama-sama harus memberi pengamanan yang lebih di Aceh. Sebab, masih ada ribuan pucuk senjata yang di simpan di hutan Aceh.

"Operasi teritori perlu dilakukan. Aceh harus mendapat penanganan khusus, kalau tidak ini akan berkembang. Sekarang masih lokal per daerah, Dapil kecil, tapi lama kelamaan bisa masif," katanya.

Menurut Ketua PNA Geureudong Pase Ismuhar sebelumnya menjelaskan, pembakaran posko terjadi pada pukul 04.30 WIB. Kondisi bangunan ludes terbakar. Sejumlah arsip partai juga tak bisa diselamatkan.

"Saat itu orang-orang masih tidur," kata Ismuhar melalui sambungan telepon.

Di Alue Awe, Nasdem dan PNA yang merupakan partai lokal di Aceh, menggunakan satu rumah untuk posko.

Sementara Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella saat dikonfirmasi mengaku belum tahu kejadian ini. "Saya belum dapat laporan," katanya.

© VIVA.co.id

Berita Terkait
Kanal Lainnya