Rabu, 23 Juli 2014
06:18 WIB
Mahasiswa Unismuh Bukan Tertembak
Kesimpulan akhir visum rumah sakit, korban bukan tertembak tetapi terkena benturan benda.
Like
Amril Amarullah | Senin, 17 November 2008, 14:12 WIB

VIVAnews - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mappaouddang, Komisaris Besar Polisi Syafrizal memastikan, tidak ada penembakan yang dilakukan polisi terhadap Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Basar.

Menurut Syafrizal, luka yang dialami korban akibat benturan setelah kecelakaan di Jl Veteran Selatan, Makassar, bukan karena penembakan. Berdasarkan hasil visum ahli forensik RS Bhayangkara bekerja sama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

"Kami telah melakukan tiga tahapan pemeriksaan, yakni kelim lecet, kelim tattoo dan melalui foto rontgen," Terang Syafrizal kepada wartawan, di Hotel Clarion Makassar, Senin, 17 November 2008.

Syafrizal mejelaskan, kelim lecet untuk mengetahui perjalanan alur peluru, kemudian kelim tattoo untuk mendapatkan informasi soal sisa-sisa mesiu dan rontgen, untuk mengetahui penyebab utama pada luka.

Dengan demikian, kesimpulan dari pemeriksaan itu kata Syafrizal adalah benturan benda tumpul. "Kami mendapati, bekas luka itu berkelok-kelok, dan perjalanan peluru tidak mungkin berkelok-kelok. Makanya kami pastikan luka korban murni benturan," tambahnya.

Dugaan penembakan terjadi minggu dinihari, 16 November 2008. Basir (19), Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Makassar, itu tengah berboncengan dengan Martha, rekannya.

Saat keduanya melintas di Jalan Veteran Selatan, korban mengaku mendengar bunyi letusan dan seketika itu Basir dan Martha terjatuh dari motor yang dikendarainya. Basir kemudian dilarikan ke RS Faisal Makassar untuk mendapatkan perawatan intensif.

Laporan: Zeena/Makassar

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya