Kamis, 24 Juli 2014
09:07 WIB
Hutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur Siaga I
Gesekan antara ranting pohon jati pun bisa memicu kebakaran hutan di musim kemarau.
Like
Elin Yunita Kristanti | Rabu, 9 September 2009, 16:09 WIB

VIVAnews - Kondisi hutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur ditetapkan status siaga satu. Hutan-hutan di dua lokasi itu rawan potensi kebakaran.

 "Adanya pemberlakuan ini disebabkan kawasan hutan yang ada di dua propinsi tersebut sangat rawan terjadi kebakaran,” ujar  Direktur Utama Perum Perhutani, Upik Rosalina Wasrin di Solo, Selasa 8 September 2009.

 Oleh sebab itu, pihak Perhutani, kata Upik, akan terus melakukan pengawasan ketat di kawasan hutan tersebut. Meskipun, luas kawasan yang terbakar tergolong kecil. "Sebagian besar kawasan hutan milik Perhutani di Jateng dan Jatim merupakan hutan pohon jati," katanya.

 Selanjutnya, ia mengungkapkan, berdasarkan karakteristik pada tipologi tanaman jati di musim kemarau, gesekan yang terjadi diantara ranting pohon jati bisa berpotensi menjadi kebakaran hutan yang sangat besar di kawasan itu. Selain itu, kawasan savana yang ada dibeberapa kawasan, diantaraya kawasan Gunung Sindoro dan Sumbing, juga berpotensi terjadi kebakaran.

“Kebakaran memang sudah terjadi di kawasan tersebut. Jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan kebakaran di hutan yang letaknya dekat dengan savana,” terangnya.

Dengan adanya perubahan siklus musim yang terjadi akhir-akhir ini membuat pihaknya akan terus mewaspadai segala kemungkinan yang dipastikan bisa menyebabkan kebakaran..

Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, Heru Siswanto mengatakan, wilayah hutan jati di Jawa Tengah luasnya mencapai 170.000 meter kubik sedangkan luas hutan rimba mencapai 86.000 meter kubik. “Lebih luasnya wilayah hutan jati di Jawa Tengah ditetapkan menjadi siaga satu,” katanya.

Dengan begitu, untuk mengatasi potensi kebakaran di Jawa Tengah, Perhutani Jawa Tengah, Heru mengakui, telah menerjunkan sebanyak10.299 petugas yang bertugas mengawasi secara intensif kawasan hutan yang berada di Jawa Tengah. "Selain itu, kami juga memaksimalkan 1.894 LMDH yang tersebar di sejumlah daerah," katanya.

 Kemudian, ia mengungkapkan, kawasan hutan yang paling rawan terjadi kebakaran teradap di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Penyebabnya, kawasan tersebut  memiliki savana seluas 20 hektare dan 10 hektare.

Menurutnya, segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan harus dihindari, "Penyebab kebakaran biasanya disebabkan oleh ulah pendai yang biasanya lupa memadamkan api unggun,” pungkasnya.

Laporan: Fajar Sodiq| Solo

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya