Bagaimana Cara Membedakan Vaksin Asli dan Palsu?

Ilustrasi vaksin
Sumber :
  • Syaefullah/ VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kasus vaksin palsu belakangan marak menjadi buah bibir masyarakat. Kasus yang membuat mata publik terperanjat ini mencuat setelah Bareskrim Polri berhasil membongkar kasus pembuatan vaksin bayi palsu di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Hoaks, WHO Temukan Vaksin COVID-19 Palsu di Indonesia

Hal ini pun membuat masyarakat takut. Sebab, vaksin palsu ini beredar sedemikian luas, dan tak ada yang mengetahui apakah anggota keluarga mereka yang masih balita turut mengonsumsi vaksin palsu ini.

Menurut Dokter Spesialis Farmakologi, Masfar Salim, tak cuma masyarakat yang kesulitan membedakan vaksin palsu ini. Untuk kalangan medis seperti dokter, suster, dan sebagainya pun pasti mengalami kesulitan membedakan mana vaksin asli maupun palsu.

WHO Temukan Vaksin Palsu COVID-19 di India dan Afrika

"Secara kasat mata memang mirip, termasuk vaksin impor pun pasti susah membedakannya, apakah asli atau palsu. Baik dokter maupun pasien susah membedakan, karena memang benar-benar mirip," kata Masfar kepada tvOne, di Kabar Petang, Senin, 27 Juni 2016.

Tak cuma vaksin palsu yang sulit dibedakan, sebab, kata Masfar, untuk membedakan obat asli atau palsu saja terbilang tak gampang. "Yang pasti bisa membedakan tentu ketika sudah ada hasil uji laboratorium, kecuali deteksi dari kemasan yang rusak atau goras-gores, soal izin edar mungkin itu bisa, tapi soal kandungan vaksin sulit dibedakan," katanya.

Lebih 2.500 Warga India Jadi Korban Vaksin COVID-19 Palsu

Maka itu, jika ada orangtua yang merasa cemas atau khawatir dengan vaksin yang digunakan sebelum kasus itu, ia menganjurkan untuk dilakukan vaksin ulang.

Cara sederhana bedakan vaksin palsu

Sebelumnya, Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Sandi Nugroho, mengungkapkan cara pembuatan vaksin bayi palsu dengan vaksin asli bisa dibedakan dengan harga dijual dengan miring di pasaran.

"Harganya harusnya Rp900 ribu, tetapi ini dijual Rp300 ribu. Namun, (para pelaku) dibilang palsu enggak mau, dia bilang KW (tiruan)," kata Sandi Nugroho, di Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016.

Kemudian, kata Sandi, cara membedakan antara yang asli bisa dilihat dari kemasan vaksin bayi palsu dengan yang asli. "Botolnya kalau yang palsu itu tipis, lemnya miring. Tulisan di kotak kemasan vaksin agak pudar," ujar Sandi.

Oleh karena itu, dalam perkara ini akan dilakukan koordinasi dengan pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait vaksin bayi palsu yang berhasil diungkap oleh jajaran penyidik Bareskrim Polri. "Kami juga minta Kementerian Kesehatan BPOM untuk mengecek," kata Sandi.

Dari hasil pengungkapan, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial AP selaku produsen pembuat vaksin bayi palsu, dan istrinya berinisial L, bersama seorang kurir berinisial S.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya