Kamis, 24 April 2014
05:57 WIB
Hewan Peliharaan yang Berbahaya Bagi Si Kecil
Kenali beberapa hewan yang menyimpan bakteri yang bisa membahayakan kesehatan si kecil.
Like
Anak dan Kura-kura
Petti Lubis, Harriska Farida Adiati | Senin, 18 Mei 2009, 12:11 WIB

VIVAnews - Jika Anda atau pasangan hobi memelihara hewan eskotis, seperti iguana, kura-kura, atau bahkan ular, sebaiknya kandangnya jangan diletakkan di dekat tempat bermain si kecil. Hewan-hewan jenis ini bisa menyebarkan bakteri ke buah hati Anda, terutama yang usianya masih balita.

American Academy of Pediatrics (AAP) dan pusat pengawasan dan kontrol penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan agar anak di bawah usia lima tahun tidak dibiarkan melakukan kontak dengan reptil, amfibi, hewan pengerat, hewan sejenis musang, anak ayam, dan anak itik.

Pasalnya, hewan-hewan peliharaan nontradisional itu bisa menyebabkan penyakit pada anak karena bakteri dalam tubuh hewan tersebut. Simak bakteri yang dibawa oleh hewan dan penyakit yang bakal ditimbulkan berikut ini.

- Salmonella dari reptil dan anak ayam.  Salmonella adalah bakteri yang bisa menyebabkan diare cukup parah. Gejalanya seperti kejang di bagian perut, dan demam. Salmonella memang jarang menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa, tetapi sangat berbahaya bagi anak-anak, orang lanjut usia, dan orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

- Virus Herpes B yang bisa dibawa oleh beruk (monyet yang sering dimanfaatkan untuk memetik buah kelapa)

- Bakteri E.coli dari binatang seperti sapi, domba, dan kambing. Seperti salmonella, bakteri E.coli juga bisa menyebabkan diare, dan berisiko tinggi pada anak-anak.

Selain bakteri berbahaya, ancaman lain bagi anak-anak adalah digigit dan dilukai, terutama bila hewan-hewan itu tumbuh menjadi lebih besar dan lebih agresif. "Sebagai contoh, iguana yang dijual segera setelah lahir hanya berukuran kurang dari delapan inci, tetapi dua atau tiga tahun kemudian, panjangnya bisa mencapai beberapa kaki," kata AAP.

CDC mengeluarkan beberapa tips agar anak-anak tetap sehat di tengah hewan di sekeliling mereka. Berikut caranya.
- Cuci tangan anak dengan sabun setelah mereka bersentuhan dengan hewan.

- Awasi cara mencuci tangan anak di bawah lima tahun. Cuci tangan si kecil dengan sabun antiseptik.

- Jangan pernah menyentuh binatang liar tanpa pengawasan. Selalu awasi anak-anak, khususnya anak balita, saat mereka berinteraksi dengan hewan.

- Jangan biarkan anak mencium hewan atau meletakkan tangan atau benda lain ke mulut mereka setelah memegang hewan.

- Minta nasehat dokter hewan untuk membantu memilihkan hewan peliharaan, dan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia.

- Jagalah agar hewan peliharaan keluarga berada dalam kondisi sehat, dan beri vaksin secara teratur.

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya