Satu dari Dua Korban Banjir di Pesisir Selatan Ditemukan

Banjir Bandang di Pasaman Sumbar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi
VIVA.co.id
Banjar Banjir Bandang
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumukan bahwa satu dari dua korban banjir bandang di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ditemukan. Seorang yang lain, dilaporkan masih hilang dalam musibah banjir yang terjadi di kabupaten itu pada Jumat pekan lalu.

TNI AU Siapkan 830 Personel Hadapi Banjir

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, satu korban yang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia itu adalah Ridwan (60 tahun). Jenazahnya ditemukan di Koto Rawang pada Minggu siang, 25 Januari 2015.
Aceh Diterjang Banjir, Ribuan Warga Mengungsi


Identitas seorang yang masih hilang adalah Abu Nazar Katiak (78 tahun). Dia diperkirakan hanyut terseret banjir bandang yang menerjang 21 desa di lima kecamatan itu. Tim SAR gabungan masih terus mencarinya.


“BPBD setempat melakukan pencariaan korban hilang. Bersama masyarakat melakukan kerja bakti untuk membersihkan lumpur di rumah korban,” kata Sutopo melalui siaran pers yang diterima
VIVA.co.id
pada Minggu malam.


Sutopo menjelaskan, banjir bandang itu terjadi pada Jumat petang, 23 Januari 2015. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran Sungai Batang Salido, Sungai Batang Painan, dan Sungai Batang Jalamu meluap.


Air bah menerjang menerjang 21 desa di lima kecamatan, antara lain, Kecamatan IV Jurai, Kecamatan Bayang, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kecamatan Batang Kapas, dan Kecamatan Ranah Apek Hulu Tapan. Sebanyak 7.836 orang mengungsi.


“Sebagian besar sudah kembali ke rumah saat ini. Sedangkan yang rumahnya rusak berat, mengungsi ke rumah kerabatnya,” kata Sutopo.


Kerugian materi, menurut Sutopo, meliputi tiga rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan 632 rumah rusak ringan. Sebanyak 2.094 rumah terendam air, dua gedung sekolah rusak berat, 55 meter jalan kabupaten rusak, 16 jembatan rusak berat, 148 hektare sawah terendam, 64 hektare kebun, dan lima hektare kolam rusak. (asp)



Baca berita lain:



Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya