Sabtu, 30 Agustus 2014
13:28 WIB
Dunia Kekurangan Insinyur Perminyakan
Timur Tengah saja mencari sekitar 600 orang.
Kegiatan penambangan batu bara.
Antique, Alfin Tofler | Senin, 2 September 2013, 13:35 WIB
VIVAnews - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mengungkapkan saat ini dunia sedang banyak membutuhkan tenaga kerja di bidang perminyakan. 

Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas, Lambok Hamonangan Hutauruk, Senin 2 September 2013, mengatakan Timur Tengah saja mencari sekitar 600 engineer (insinyur) minyak untuk mengelola hulu migas. "Oman, saat ini sedang mencari 200 engineer," katanya, dalam acara konfrensi pers di Jakarta.

Namun, Lambok mengungkapkan, tidak hanya Timur Tengah yang kekurangan para insinyur perminyakan ini, Indonesia juga mengalami hal serupa. Walaupun demikian, ia tidak bisa menyebutkan angka pasti kekurangan pekerja tersebut.

Padahal, menurutnya, di Timur Tengah gaji engineer minyak sebesar US$6 ribu per bulannya. Hal itu,  tentunya semakin menarik minat para pekerja perminyakan untuk bekerja di luar negeri. Sedangkan di Indonesia, gaji insinyur perminyakan yang baru lulus kuliah hanya US$1.000.

Hal ini pula, kata Lambok. yang menyebabkan banyak engineer muda Indonesia yang ditarik keluar negeri. Selain itu, ia mengaku bahwa pemerintah tidak punya hak untuk melarang mereka bekerja di luar negeri.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya