Jum'at, 18 April 2014
20:43 WIB
Kronologi Pembunuhan Sadis Siska di Bandung
Kejadian tak lama setelah berbuka puasa.
Like
Ilustrasi pembunuhan
Arfi Bambani Amri,  Iqbal Kukuh (Bandung) | Selasa, 6 Agustus 2013, 07:25 WIB
VIVAnews - Kasus tewasnya wanita cantik, Fransiska Yovie (sebelumnya ditulis Fransiska Novi),di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin 5 Agustus 2013 malam, masih diselidiki polisi. Siska tewas sejumlah luka di tubuhnya akibat diseret oleh sepeda motor dan luka bacokan di kepala.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian, sekitar pukul 18.30 WIB, Fransiska Yovie, yang bekerja sebagai branch manager di PT Venera Multi Finance, sedang memarkirkan mobil Nissan Livina X-Gear di halaman tempat kosnya di Jalan Setra Indah Utara No 11, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Saat itu gerbang terkunci, Siska lalu turun dan hendak membuka gembok pagar. Namun tiba-tiba dua orang menggunakan helm full face menarik paksa Siska. Perempuan ini lalu dianiaya dan kemudian diseret dengan menggunakan sepeda motor. Kondisi di lokasi kejadian pun sangat sepi saat insiden tersebut terjadi.

Siskapun diseret ratusan meter dari lokasi indekosnya oleh pelaku hingga ke Jalan Cipedes Tengah, RT 7/RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi atau tepatnya dekat lapangan Abra.

Rudi (40), anak pemilik indekos di mana Siska tinggal, mengatakan saat kejadian sedang berada di dalam indekos sehingga tidak mendengar teriakan atau suara gaduh dari luar indekos. "Sekitar pukul 19.30 WIB saya keluar mau ketemu teman tapi ada mobil siska di luar pagar dengan mesin dan lampu menyala dan pintu kanan terbuka. Salah satu gembok pagar sudah terbuka dengan kunci menempel dan gembok satu lagi masih terkunci," tuturnya ditemui di lokasi kejadian.

Rudi sempat berteriak mencari Siska. "Saya (akhirnya) tahu (ada pembunuhan) saat polisi datang ke sini dan Siska sudah meninggal akibat dianiaya," tuturnya.

Reza, saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan sempat melihat motor bebek dengan dua orang berboncengan mengenakan helm full face, menyeret seorang perempuan dengan kepala dijambak. Siska meronta-ronta ditarik dengan kakinya terseret di jalan.

"Sempat teriak, kondisinya saat itu sambil rambutnya dipegang diseret pakai motor. Saya kira boneka karena kulitnya sangat putih," katanya.

Dia pun beserta warga sempat melakukan pengejaran namun karena pelaku menggunakan golok dirinya pun akhirnya memilih mundur. "Saat itu sempat dikejar sama tukang kuda tunggang yang setiap sore selalu ada di sini. Bahkan katanya pelaku sempat terjatuh beberapa puluh meter di dekat kejadian. Tapi tetap berhasil kabur," katanya.

Kini Kepolisian mengusut kasus ini. Jasad Siska pun dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. (ren)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya