Minggu, 21 September 2014
07:01 WIB
Hacker Berlomba Serang Situs FPI
Laman FPI yang diserang hacker terus berubah-ubah dari menit ke menit.
Website FPI di-hack.
Anggi Kusumadewi | Rabu, 24 Juli 2013, 12:04 WIB

VIVAnews – Website resmi Front Pembela Islam pagi ini, Rabu 24 Juli 2013, di-hack. Sejumlah hacker tampak menggonta-ganti gambar di situs tersebut. Laman muka FPI yang biasanya berisi jadwal kegiatan atau sikap resmi organisasi tersebut, awalnya berubah menjadi gambar perempuan berkerudung putih dengan latar belakang hitam.

Namun beberapa menit kemudian, gambar tersebut berubah lagi menjadi gambar hantu berambut panjang, yang ditulisi dengan keterangan “Hacked by Besideo7. Serius gan?” Gambar horor ini muncul sekitar pukul 11.30-11.50 WIB.

Serangan terhadap situs FPI belum berakhir. Laman FPI sempat berubah putih dan ditulisi kalimat yang berubah-ubah dari menit ke menit. Sempat muncul kalimat “FPI Telah Melawan Hukum,” yang disusul dengan kalimat “Maintenance untuk selamanya by fake admin FPI.” Judul website FPI pun berganti-ganti, misalnya menjadi DevilScream.

FPI kian terpojok sejak terlibat bentrokan dengan warga Kendal, Jawa Tengah, pekan lalu. Bentrokan terjadi usai FPI melakukan sweeping ke tempat-tempat maksiat di sekitar Kendal. Dalam konvoi razia itu, salah satu mobil rombongan FPI menabrak beberapa pengguna jalan, dan menewaskan satu warga.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun turun tangan langsung untuk memperingatkan FPI agar tak berbuat onar. “Saya menginstruksikan kepada Polri dan para penegak hukum untuk tidak membiarkan kejadian seperti konflik atau bentrokan horizontal. Tidak ada elemen lainnya, termasuk FPI, boleh melakukan perusakan,” kata SBY.

Namun FPI malah balik marah ke SBY. “SBY hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap maksiat. Tentu seorang Presiden muslim yang menyebar fitnah, membiarkan maksiat, ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka megaskandal korupsi, sangat mencederai ajaran Islam,” kata Ketua FPI Habib Rizieq Syihab.(np)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya