Rabu, 22 Oktober 2014
19:10 WIB
Honda Rombak Brio Jadi Mobil Murah di Indonesia?
Honda sempat berniat mundur dari program LCGC.
Honda Brio
Sandy Adam Mahaputra | Senin, 10 Juni 2013, 12:13 WIB
VIVAnews - Terbitnya peraturan pemerintah soal mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car, yang menyebutkan kriteria mobil murah mendapatkan insentif maksimal bermesin 1.200cc, disambut positif Honda Prospect Motor, agen tunggal pemegang merek Honda di Indonesia.

Sebelumnya, mereka memang berniat mundur dari program LCGC, jika kapasitas mesin yang dipatok maksimal 1.000cc. Mereka beralasan, terlalu susah jika dipatok hanya bermesin 1.000cc. Menurut HPM, mobil murah diharuskan hemat bahan bakar, tapi di sisi lain power juga diperlukan.

"Kita akan jajaki skenario terbaiknya seperti apa, sambil menunggu juknis (petunjuk teknis) detail peraturan LCGC keluar," kata Direktur Marketing dan After Sales HPM, Jonfis Fandi kepada VIVAnews, Selasa 10 Juni 2013.

Rencananya mereka bakal menggunakan platform Brio dalam merancang mobil murah. Tapi, produsen asal Jepang itu tidak akan menggunakan nama Brio sebagai merek produknya. Mereka bakal menggunakan nama lain yang memiliki unsur Indonesia --sesuai ketentuan LCGC.

Semula, Brio memang disiapkan untuk ikut program LCGC, tetapi karena regulasi yang tidak kunjung terbit, HPM mengubah strategi dengan membekalinya dengan mesin 1.3 liter (1.300cc).

Diketahui, Brio dipasarkan di Indonesia bersaing KIA Picanto, Nissan March, Toyota Etios Valco, Mistubishi Mirage, Daihatsu Sirion, dan Suzuki Splash.

HPM masih enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kapan Brio versi LCGC bakal dipasarkan, tapi kemungkinan besar di akhir tahun ini. (umi)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya