Rabu, 24 September 2014
07:22 WIB
Mobil Murah Segera Masuk Pasar
Regulasi LCGC telah diteken Presiden SBY.
Daihatsu Ayla
Sandy Adam Mahaputra, Dwifantya Aquina | Rabu, 5 Juni 2013, 16:44 WIB
VIVAnews -  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyetujui proyek pembuatan mobil beremisi rendah atau lebih dikenal dengan mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC). Peraturan Pemerintah (PP) tentang proyek mobil beremisi rendah (LECP) tersebut juga telah diteken 23 Mei lalu.

"Kemarin bapak (SBY) sudah menjawab masalah itu (LCGC) sudah disetujui, dulu pelaksanaan proyek itu terhambat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan sekarang bapak sudah memanggil Menkeu baru agar itu diselesaikan sesegera mungkin," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat, Rabu 5 Juni 2013.

PP No 41 Tahun 2013 dianggap penting karena mengatur insentif khusus bagi mobil ramah lingkungan seperti hibrida, listrik, teknologi mesin bensin atau diesel turbo dan gas.

Insentif khusus itu berupa pengurangan pajak pertambahan nilai barang mewah (PpnBM). Namun syaratnya, mobil itu harus dirakit di Indonesia dan memenuhi standar minimum kandungan lokal yang telah ditentukan.

Mobil ini nantinya harus menggunakan 80 persen komponen lokal. Tidak hanya murah, produk LCGC juga diharuskan hemat BMM. Untuk mobil 1.200 cc konsumsi bahan bakarnya harus 20 km/liter 1.200 cc, sedangkan untuk 1.000 cc konsumsinya 22 km/liter.

Namun aturan teknis dari kebijakan tersebut belum diatur detil, sehingga walaupun sudah boleh diproduksi secara legal belum bisa dijual. Kementerian Perindustrian akan menyiapkan payung hukum turunan dari PP (peraturan pemerintah) tersebut. Masalah yang krusial dari aturan turunan soal LCGC adalah masalah patokan harga.

Tancap Gas

Informasi ini sepertinya menjadi "angin segar" bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan PT Toyota Astra Motor (TAM). Sebab, mereka paling siap mengenai proyek Low Cost Green Car (LCGC) tersebut. Mereka diketahui telah lebih dulu mengenalkan mobil murah Ayla-Agya pada September 2012.

Menanggapi hal itu, Head Domestic Marketing Division Astra Daihatsu Motor, Rio Sanggau, mengatakan, Daihatsu masih menunggu hingga regulasi LCGC benar-benar resmi dikeluarkan pemerintah.

Rio menambahkan, sebenarnya pabrik Daihatsu di Karawang sudah mulai memproduksi Ayla, meski belum bisa untuk dijual.

"Mesin di pabrik itu kan perlu dipanaskan, kalau tidak bisa rusak. Jadi, ya kami produksi Ayla dalam jumlah tidak terlalu banyak. Untuk latihan juga sekaligus pengetesan," katanya.

Nantinya, begitu regulasi diumumkan pemerintah, Rio melanjutkan, Daihatsu akan langsung tancap gas memproduksi Ayla. "Karena konsumen sudah banyak yang menunggu," kata dia.

Selain Toyota dan Daihatsu, merek lain seperti Suzuki, Honda dan Mitsubishi juga menyatakan minatnya untuk melahirkan mobil murah setelah regulasi keluar. Adapun Nissan akan membangkitkan kembali merek legendaris Datsun untuk dijadikan mobil murah.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya