Selasa, 21 Oktober 2014
14:01 WIB
VIDEO: Demonstran Pilkada Palembang Bakar Pertokoan
“Massa menutup Jembatan Ampera dan merusak rambu lalu-lintas."
Kebakaran hebat di pertokoan elektronik Palembang akibat aksi beringas massa demonstran.
Anggi Kusumadewi | Rabu, 5 Juni 2013, 06:29 WIB

VIVAnews – Api membakar pertokoan elektronik di di Jalan Beringin Janggut, Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, Selasa 4 Juni 2013. Hanya dalam hitungan menit, api membesar dan merambat ke sejumlah toko sehingga deretan ruko elektronik ludes dilalapnya.

Sebagian petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan amukan api, sedangkan sisanya berusaha mencegah kebakaran merembet ke kios lain. Warga sendiri berkerumun terkesima menyaksikan kobaran si jago merah menghanguskan deretan ruko yang terletak tak jauh dari Jembatan Ampera Palembang itu.

Lihat kebakaran hebat yang melanda Pasar 16 Ilir Palembang itu di tautan video ini.

Kapolres Palembang, Komisaris Polisi Sabarudin Ginting, menyatakan kebakaran tersebut disengaja. Pelaku pembakatan pertokoan adalah massa pendukung salah satu calon Walikota Palembang yang mendemo keputusan Mahkamah Konstitusi memenangkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo.

Keputusan MK tersebut bertentangan dengan hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum Daerah Palembang. KPUD Palembang memenangkan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang. Mereka unggul tipis 8 suara dari pasangan Romi Herton-Harnojoyo. Penetapan Sarimuda-Nelly sebagai pemenang Pilkada Palembang itu tertuang dalam surat bernomor 35/Kpts/KPU.Kota-006.435501/2013.

Pasangan Romi-Harno sesungguhnya unggul di 9 kecamatan di Palembang, sedangkan pasangan Sarimuda-Nelly hanya unggul di 7 kecamatan. Tapi dari total perolehan suara, justru pasangan Sarimuda-Nelly yang unggul dengan mengantongi 316.923 suara, sementara pasangan Romi-Harnojoyo 316.915 suara, dan satu pasang calon lagi Mularis Djahri-Husni Thamrin hanya meraih 97.810 suara.

Namun, pelantikan Sarimuda-Nelly sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang kini tertunda karena keputusan MK soal pemenang Pilkada Palembang ternyata berbeda dengan KPUD.

Terkait sengketa inilah aksi demonstrasi dilakukan oleh pendukung salah satu pasangan calon, yang akhirnya berujung dengan peristiwa pembakaran di Pasar 16 Ilir Palembang. “Massa menutup Jembatan Ampera dan merusak rambu lalu-lintas. Kami mencoba negosiasi dan mengamankan mereka. Tapi rupanya ada sebagian yang terlanjut melakukan pembakaran,” kata Kapolres.

Laporan: Aji YK Putra | Palembang

Baca juga:

Kronologi Aksi Pembakaran Pertokoan di Palembang

Rusuh Palembang, Motor Meledak Dibakar Massa

Dua Ditangkap dalam Aksi Pembakaran di Palembang

Ini Penyebab Polisi Kecolongan dalam Rusuh Palembang

Gubernur Sumsel Minta Rusuh Palembang Tak Dikaitkan Pilkada

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya