Rabu, 17 September 2014
04:27 WIB
ARB: BBM Naik Juni, Dukung Kompensasi untuk Rakyat Miskin
"Bantuan bisa dibagikan pada 15 Juni dan 15 November."
Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie
Hadi Suprapto,  Puspita Dewi (Semarang) | Jum'at, 17 Mei 2013, 15:22 WIB
VIVAnews - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, mengungkapkan bocoran kapan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Aburizal, yang juga Wakil Ketua Sekretariat Gabungan Koalisi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM akan dilakukan sekitar Juni.

"Insya Allah itu bisa dilakukan Juni ini. Dan parpol perlu mendukung kompensasi bagi rakyat atas kenaikan ini," kata Aburizal di hadapan pimpinan Suara Merdeka dan pelaku usaha Jawa Tengah, di Gedung Suara Merdeka, Semarang, Kamis 17 Mei 2013.

ARB, sapaan Aburizal, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM diperlukan untuk meringankan beban keuangan negara. Apalagi yang menikmati subsudi mayoritas adalah orang mampu. Kenaikan yang disepakati adalah Rp6.500 untuk premium dan Rp5.500 untuk solar. Kedua harga dibedakan karena nelayan banyak yang memakai solar.

Namun, lanjutnya, terkait kenaikan ini, diperlukan bantuan untuk meringankan beban masyarakat miskin yang kena dampak. "Perlu terapi terhadap "shock" yang ada. Ada kompensasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek ada BLSM [Bantuan Langsung Sementara Masyarakat] ini," katanya.

ARB mengatakan tiga hari lalu memimpin partai-partai koalisi dan membahas mengenai hal tersebut. Dia mengatakan kemungkinan pengajuan RAPBNP bisa dipercepat.

"Agar BLSM bisa dibagi 15 Juni dan 15 November selesai dan tidak ada pengaruhnya pemberian bantuan itu pada suara partai. Pengaruhnya tidak ada, karena Pemilu masih lama," katanya.

Menurut ARB, kenaikan BBM harus segera dilakukan dan tidak tarik ulur. Sebab jika tidak jelas naik atau tidak dan kapan naik, bisa menimbulkan ketidakpastian yang berimbas pada dunia usaha. "Ketidakpastian di dunia usaha bisa cepat kita kita atasi dengan kepastian ini," ujarnya.

Laporan: Dian Widiyanarko

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya