Kamis, 24 April 2014
02:31 WIB
Rusia Larang Pasangan Gay Asing Adopsi Anak
Ini demi mencegah kerusakan psikologis yang akan diderita si anak.
Like
Anak-anak yatim piatu di panti asuhan kota Rostov-on-Don, Rusia
Denny Armandhanu, Santi Dewi | Senin, 1 April 2013, 14:58 WIB
VIVAnews - Presiden Rusia, Vladimir Putin, melarang pasangan sesama jenis berkewarganegaraan asing untuk mengadopsi anak dari Rusia. Hal ini dilakukan demi mencegah kerusakan psikologis yang akan diderita anak pasangan gay.

Kebijakan Putin ini diambil setelah kasus perebutan anak adopsi asal Rusia oleh pasangan homoseksual asal Amerika Serikat, Marcia Ann Brandt dan Beth Chapman, mencuat ke publik.

Diberitakan Daily Mail, Minggu 31 Maret 2013, Brandt dan Chapman mengadopsi anak bernama Yegor Shabatalov dari sebuah panti asuhan di Siberia pada tahun 2007. Saat itu usia Shabatalov baru lima tahun.

Saat mengajukan adopsi, keduanya tidak menginformasikan bahwa mereka adalah pasangan lesbian. Masalah muncul pada 2009 saat pasangan ini memutuskan bubar dan memperebutkan hak asuh bocah yang mereka namakan Ian itu.

Pengadilan akhirnya memutuskan hak asuh diberikan pada Ian. Masalah tidak selesai sampai di sini. Pengadilan regional Kemorovo di Rusia mengajukan gugatan penipuan pada Brandt atas adopsi tersebut.

Utusan Menteri Luar Negeri Rusia di bidang hak asasi manusia, Konstantin Dolgov, mengatakan bahwa psikologi anak bisa terganggu jika seorang anak dibesarkan oleh pasangan gay. Selain itu, kata dia, kasus ini melanggar nilai keluarga yang berlaku di Republik Federasi Rusia.

"Dalam aturan negara kami jelas tertulis bahwa sebuah keluarga terdiri dari seorang pria dan wanita," tegas Dolgov.

Banyak Ditentang

Larangan ini mendapat penentangan dari pihak Amerika Serikat. Di Rusia sendiri, banyak yang tidak menyetujui keputusan Putin. Pasalnya, kebijakan ini akan menghilangkan kesempatan bagi anak yatim untuk memiliki keluarga.

Rusia mempertahankan keputusannya dengan mengatakan bahwa banyak anak adopsi yang jadi korban kekerasan orangtua angkat mereka. Salah satunya terjadi pada awal bulan Maret, ketika seorang anak adopsi asal Rusia, Max Shatto ditemukan tak bernyawa di rumah orang tua asuhnya di Texas, AS.

Para pejabat berwenang Rusia mengklaim Shatto merupakan korban kekerasan yang tidak manusiawi yang dilakukan oleh orang tua angkatnya, walaupun jaksa mengatakan luka yang dialaminya adalah sebuah kecelakaan.

Saat ini, sekitar 60.000 anak dari Rusia diasuh oleh keluarga di AS. (ren)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya