Minggu, 26 Mei 2013
08:51 WIB
Lapas Jambi Kebanjiran, Ratusan Napi Dipindah
Pada saat para napi sedang tidur, banjir setinggi 1 meter datang.
Lapas Jambi dilanda banjir setinggi 1 meter, ratusan napi dipindah.
Dwifantya Aquina,  Ramond EPU (Jambi) | Rabu, 20 Maret 2013, 16:06 WIB
VIVAnews - Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pukul 03.00 WIB pagi tadi mengakibatkan Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jambi terendam banjir. Sedikitnya 550 narapidana di 5 blok dalam Lapas direndam banjir setinggi 1 meter.

Kepala Lapas Klas II A Jambi, Hendra, menjelaskan banjir pagi ini merupakan yang ketiga kali terjadi selama sepekan terakhir. 

"Ini banjir yang terparah. Karena pada saat para narapidana tertidur, banjir datang dengan ketinggian satu meter," kata Hendra kepada wartawan, Rabu 20 Maret 2013.

Ketika mengetahui lapas terendam banjir, petugas langsung memindahkan para napi ke lima blok yang tersisa. Napi di 5 blok yang terendam banjir merupakan napi kasus tindak pidana korupsi, narkoba dan umum. 

"Kami punya sepuluh blok. Jadi sementara waktu kami gabung semua napi di lima blok. Sampai banjir benar-benar surut," ujarnya.

Menurut Hendra, pada waktu petugas memindahkan para napi, tidak terjadi kericuhan apapun. "Napi sempat takut ketika air menggenangi blok. Namun petugas kita tetap waspada. Karena, memindahkan 500 lebih Napi pada saat banjir semua kemungkinan bisa saja terjadi," tutur dia.

Saat ini, kata Hendra, air mulai berangsur surut. Dengan menggunakan pompa air, petugas lapas menyedot air di 5 blok. "Beberapa berkas administrasi ikut terendam. Selain itu, kasur dan perlengkapan napi di dalam Lapas tidak terselamatkan dari rendaman banjir. Untuk kerugian belum dihitung," jelasnya.

Drainase di sekitar lapas diakui Hendra menjadi penyebab banjir di dalam Lapas Jambi. Karena, di dalam lapas terdapat lintasan drainase yang sudah tidak sanggup menampung air hujan. "Kalau hujan deras lagi, akan banjir lagi," ujarnya.

Kondisi ini sudah dilaporkan pihak lapas ke pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan yang berarti.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun, mengakui drainase di sekitar Lapas sudah tidak layak lagi. Menurutnya, perlu pelebaran drainase dan jalur air. Sehingga, ketika hujan deras, air tidak menggenang di dalam Lapas Jambi.

"Secepatnya Komisi C memanggil Pemerintah Kota Jambi, Dinas PU, Dinas Tata Kota, pihak Lapas untuk duduk bersama mencari solusi. Karena, kalau tidak segera diatasi, semua Napi di dalam Lapas bisa terendam banjir," jelasnya usai meninjau banjir di Lapas Klass II Jambi. (adi)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya