Menlu Imbau WNI di India Waspadai Pelecehan Seksual
Turis Swiss diperkosa di India sepulang dari melihat Taj Mahal.
Unjuk rasa antipemerkosaan di India.
Anggi Kusumadewi, Nur Eka Sukmawati | Rabu, 20 Maret 2013, 15:12 WIB
VIVAnews – Tingginya angka pelecehan seksual di India membuat negara-negara lain ikut khawatir, termasuk Indonesia. Apalagi dalam sepekan, terjadi dua kali perkosaan dan upaya pelecehan seksual yang menimpa turis asing asal Swiss dan Inggris di negeri itu.
Kementerian Luar Negeri Inggris kini menerapkan larangan berkunjung ke India bagi warganya, terutama kaum wanita. Meskipun Indonesia tidak mengeluarkan kebijakan yang sama, namun Kementerian Luar Negeri RI meminta Warga Negara Indonesia yang ada di India atau akan bepergian ke sana, untuk selalu waspada.
“Kami meminta mereka yang bekerja dan berpergian ke luar negeri untuk mawas diri dan jaga diri,” kata Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa di sela acara Jakarta International Defence Dialogue di Jakarta Convention Center, Rabu 20 Maret 2013.
Namun Natalegawa menganggap Indonesia belum perlu mengambil langkah terlalu jauh dengan melarang WNI yang ingin berkunjung ke India. “Tidak ada
travel warning secara khusus untuk India,” kata dia.
Sebelumnya, Kemlu Inggris memperingatkan turis wanita di India untuk tidak bepergian seorang diri dan tidak menggunakan transportasi umum seperti taksi atau bajaj di negeri itu, khususnya pada malam hari.
Tindakan pelecehan seksual terhadap wanita dan gadis muda di India akhir-akhir ini meningkat. Sebagian besar peristiwa itu bahkan terjadi di lokasi
wisata. Seorang turis Inggris sampai melompat dari balkon
hotel karena takut hendak diperkosa oleh pemilik
hotel.
Sebelumnya, turis Swiss yang sedang berkemah di hutan bersama suaminya dari perjalanan usai melihat dari Taj Mahal, diperkosa oleh sekelompok pria yang juga merampok ponsel, laptop, dan uang tunai milik korban dan pasangannya. Ia diperkosa di depan sang suami. (umi)
© VIVA.co.id