Sabtu, 25 Oktober 2014
01:43 WIB
Kronologi Kecelakaan Truk Oli Maut di Cianjur
Berikut data 14 korban tewas yang berhasil diidentifikasi.
Keluarga mendatangi RSUD Cianjur, mencari tahu kabar sanak saudara mereka
Ita Lismawati F. Malau,  Permadi (Sukabumi/Bandung) | Sabtu, 23 Februari 2013, 21:05 WIB

VIVANews - Kecelakaan maut di Cianjur menewaskan 16 pengguna jalan, Sabtu pagi 23 Februari 2013. Insiden itu bermula saat truk bermuatan oli mengalami rem blong.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Imam Pramukarno menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.15 WIB. Truk kontainer HINO berwarna hijau dengan nomor polisi L 9763 UA melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Cianjur.

Menurut keterangan saksi, truk terlihat melaju zig-zag dari kejauhan. Sopir tidak bisa mengendalikan kendaraan akibat rem blong di jalan yang menurun dan padat. Tanpa ampun, truk yang lepas kendali itu langsung menabrak semua kendaraan yang ada di depannya.

"Ada 20 motor dan satu angkot yang tertabrak langsung. Truk baru berhenti setelah menghantam dua unit rumah. Akibat kejadian ini 28 warga dan pelajar yang akan berangkat sekolah menjadi korban; 16 tewas dan sisanya luka," jelas Imam kepada wartawan.

Semua korban meninggal langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur. Selain itu, 12 korban lainnya masih menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat RSUD Cianjur. Sebagian besar korban merupakan karyawan yang hendak bekerja di beberapa pabrik yang terdapat di sepanjang jalur tersebut.

Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Pol. Agustri Heriyanto menambahkan korban tewas termasuk sopir truk. "Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dapat melihat ke RSUD Cianjur," katanya.

Hingga berita ini diunggah, petugas Polres Cianjur masih berusaha menarik bangkai truk yang masuk dan menghancurkan dua rumah yang terletak bersebelahan.

"Tim Polda sudah selesai melakukan penyelidikan di lokasi. Kami menunggu hasilnya," kata Agustri.

Sejauh ini, tim forensik baru bisa mengidentifikasi 14 jenazah dari 16 korban meninggal. Mereka adalah:

1. Zaenal Samsudin, warga Cipaku, Cilaku
2. Agnes Dewi Lestari, warga Cipadang Gekbrong
3. Asep Nurmasyah, warga Sukamaju, Cibeber
4. Asep S., pengawai Pabrik Pratama
5. Nadia, warga Pasir Kalapa, Cibeber
6. Ayu Febriyanti, warga Cilaku
7. Maman, sopir truk, warga Jombang
8. Ai Nurjanah, warga Sukamaju, Cibeber
9. Mimin, warga Pasir Tulang, Gekbrong
10. Dede Rusmana, warga Babakan Pasirkalapa
11. Suherman, warga Kampung Cibuntu, Cilaku
12. Siti Nurkasilah, warga Babakan Pasir Kalapa
13. Yadi, Kampung Nyangengeng
14. Aisyah, warga Kampung Cijati.

"Petugas identifikasi masih terus bekerja mencari identitas dua jenazah lagi. Kami ingin bisa secepatnya mengidentifikasi agar bisa diantarkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan," jelasnya.

Masyarakat masih berdatangan ke RSUD Cianjur. Mereka berkumpul di instalasi kamar jenazah yang biasanya hening, mencoba mencari keluarga atau rekan kerja yang masih belum jelas kabarnya. Suasana duka dan tangis sedu-sedan terdengar dari keluarga yang mendapati orang yang mereka kasihi sudah terbujur kaku. (kd)

 

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya