Selasa, 2 September 2014
16:06 WIB
Filipina Selidiki Klaim Sabah oleh Kesultanan Sulu
Pemerintah Filipina akan mencari tahu seberapa kuat klaim Sulu itu.
Mendagri Malaysia pantau wilayah yang diduduki kelompok bersenjata di Sabah
Denny Armandhanu | Jum'at, 22 Februari 2013, 15:29 WIB

VIVAnews - Pemerintah Filipina mengatakan akan melakukan penelitian terhadap klaim Kesultanan Sulu atas Sabah yang dikuasai Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan pendudukan ratusan orang Sulu bersenjata di Lahad Datu, Sabah.

Diberitakan Inquirer, Jumat 22 Februari 2013, Menteri Kehakiman Filipina Leila de Lima mengatakan bahwa Presiden Aquino telah memerintahkan Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri dan Kantor Kepresidenan untuk mempelajari kekuatan hukum dari klaim Kesultanan Sulu di Sabah.

Dia mengatakan, Kementerian Kehakiman bertugas untuk memeriksa aspek hukum dari klaim Sulu tersebut. Sementara Kementerian Luar Negeri akan memeriksa dimensi kebijakan dari klaim itu, dan Kantor Kepresidenan akan mencari tahu klaim Sulu dari sisi historisnya.

De Lima tidak mengatakan apakah ada tenggat waktu dari penyelidikan ini. Namun dia menegaskan bahwa masalah ini telah masuk dalam skala prioritas pemerintah. "Kami akan mencoba untuk menyelesaikannya dalam waktu beberapa hari," kata dia.

Sebelumnya menurut Juru bicara Kesultanan Sabah, Abraham Idjirani, wilayah Sabah dulu adalah milik mereka berdasarkan data historis. Dia menunjukkan bukti "sewa lahan" Malaysia atas Sabah setiap tahunnya senilai 73,040.77 peso (Rp17,4 juta) kepada Sultan Sulu, Jamalul Kiram III.

Sementara itu, ratusan orang Sulu masih terus bertahan di desa Tanduao, Lahad Datu, Sabah. Mereka mengatakan tidak akan pergi sampai klaim mereka atas wilayah tersebut diakui Malaysia. Tentara Malaysia sendiri masih terus mengepung wilayah tersebut. (eh)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya