Sabtu, 23 Agustus 2014
22:20 WIB
VIDEO: Kesaksian Ayah Dera, Bayi yang Ditolak 8 Rumah Sakit
Delapan Rumah Sakit menolak menangani bayi Dera dengan alasan penuh.
Keluarga menangisi kematian bayi Dera pada Sabtu 16 Februari 2013 kemarin.
Dwifantya Aquina | Senin, 18 Februari 2013, 18:40 WIB
VIVAnews - Dera Nur Anggraini, bayi yang ditolak delapan rumah sakit di Jakarta karena alasan penuh akhirnya meninggal dunia, Sabtu 16 Febuari 2013 lalu. Sang ayah, Eliyas Setya Nugroho, memberikan penjelasan terkait kronologis penolakan penanganan medis anaknya tersebut.

Eliyas menjelaskan Dera lahir bersama kembarannya di RS Zahirah, Ciganjur, Jagakarsa dengan cara operasi pada 11 Februari 2013. Tapi sayang Dera yang lahir dengan berat 1 kilogram dinyatakan memiliki kelainan. 

Karena kondisinya terus menurun, akhirnya ia membawa bayi prematur itu ke rumah sakit. Eliyas mengatakan, sewaktu hamil, istrinya Lisa Derawati tidak memiliki kelainan. Tapi sang ibu dapat rujukan dari bidan di RS Pasar Minggu, karena kondisi mata sang ibu yang minus 7.

Lihat videonya di sini.

Eliyas lalu membawa Dera ke RSCM, tapi ditolak dengan alasan penuh. Lalu ia ke RS Harapan Kita di Slipi. Tapi lagi-lagi ditolak dengan alasan penuh dan kekurangan fasilitas. Bahkan, saat di RSCM Eliyas sempat hampir menginap untuk mendapat kepastian. 

"Lalu kami RS Harapan Bunda Pasar Rebo. Di sana saya diminta DP. Minimal punya uang Rp10 juta. Katanya kalau mau dirawat inap harus DP dulu," kata Eliyas saat ditemui di rumahnya, Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin 18 Februari 2013.

Tidak putus asa, dia mendatangi RS Asri di Duren Tiga, dan RS Tria Dipa. Menurut Eliyas, sebenarnya Tria Dipa memiliki kamar kosong tapi tidak memiliki ICU khusus bayi. Eliyas kemudian ke RS Budi Asih Cawang dan terakhir ke RS Pertamina.

Selama empat hari Eliyas mendatangi RS untuk mendapat kejelasan penanganan medis anaknya. Eliyas menjelaskan, ada berbagai macam alasan yang diberikan rumah sakit untuk menolak dirinya. Mulai dari penuh, tidak ada bidan, hingga tidak ada Kartu Jakarta Sehat.

"Hampir sepuluh rumah sakit menolak, RS Fatmawati, Cipto, Harapan Kita, Pasar Rebo, Salemba Corolous, Triadipa, Asri, Budi Asih, dan Pertamina. Ya sudah kami nyerah dengan keluarga," ucapnya. Saat ini istrinya masih dirawat di rumah sakit. Sementara bayi Dera sudah dimakamkan, dan kembarannya dirujuk ke RS Tarakan.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
A A A
Kanal Lainnya