Jum'at, 1 Agustus 2014
14:45 WIB
Membelot, Ibu Presiden Suriah Kabur ke Luar Negeri
Ini adalah tanda terkikisnya kekuasaan rezim Assad.
Like
Ibunda Assad, Aniseh Makhlouf, duduk di depan
Denny Armandhanu | Selasa, 29 Januari 2013, 15:02 WIB

VIVAnews - Ibu Presiden Suriah Bashar Al-Assad dilaporkan kabur ke luar negeri, meninggalkan anaknya yang masih gigih mempertahankan kekuasaan. Para diplomat memandang hal ini sebagai pembelotan yang menjadi tanda terkikisnya kekuatan Assad.

Diberitakan al-Arabiya, Senin 28 Januari 2013, Aniseh Makhlouf dan beberapa orang di ring 1 keluarga Assad kabur ke Uni Emirat Arab, tepatnya Dubai. Dia akan tinggal di rumah putrinya, Bushra, yang telah lebih dulu melarikan diri.

Bushra telah tinggal di Dubai bersama anak-anaknya setelah suaminya Asseff Shawkat yang merupakan Wakil Menteri Pertahanan Suriah dibunuh oposisi Juli 2012 lalu.

Al-Arabiya menuliskan bahwa Aniseh memiliki pengaruh besar dalam kepemimpinan Assad. Mantan Duta Besar AS untuk Suriah, Robert Ford, mengatakan minggatnya wanita 70 tahunan ini adalah bukti terpecahnya pemerintah Assad hingga ke jajaran kerabat.

"Anggota rezim ini, satu per satu pergi. Mereka sendiri tahu bahwa mereka telah kalah," kata Ford kepada CNN awal pekan ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak anggota rezim Assad yang menyatakan membelot. Di antara mereka adalah para jenderal kepercayaan Assad di militer dan pemerintah.

Para pengamat Suriah mengatakan, saat ini Assad sangat bergantung pada orang-orang di sekelilingnya. Salah satunya adalah Maher, adik satu-satunya yang masih hidup. Maher adalah komandan pasukan tempur Brigade keempat yang sadis.

Dua adik Assad lainnya, Bassel dan Majd tewas terbunuh. Assad juga sangat mengandalkan kerabatnya dari sisi ibu.

Tidak hanya orang pemerintahan dan militer yang membelot. Banyak pengusaha dan konglomerat Suriah yang dekat dengan rezim juga memilih kabur ke luar negeri, paling banyak ke Dubai.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari 20 bulan di Suriah telah menewaskan lebih dari 60.000 orang, menurut catatan PBB. Sebanyak 600.000 rakyat Suriah memilih mengungsi dan tinggal seadanya di negara-negara tetangga. (eh)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya