Kamis, 31 Juli 2014
08:18 WIB
PKS Target Masuk 3 Besar Pada Pemilu 2014
"Target kami masuk tiga besar dan tidak harus nomor tiga."
Like
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq
Aries Setiawan, Nila Chrisna Yulika | Selasa, 1 Januari 2013, 16:53 WIB

VIVAnews - Tahun 2013 merupakan tahun politik atau tahun untuk melakukan konsolidasi menyongsong Pemilihan Umum 2014.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan sepanjang tahun 2013 adalah waktu yang tepat untuk partai politik melakukan kampanye. Partainya pun siap menjalani tahun politik.

"Tahun 2013 ini hari kampanye, tahun kampanye. Jadi kampanye akan dimulai bulan Januari hingga akhir tahun 2013, berikutnya tinggal pemilunya," kata Luthfi di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa 1 Januari 2013.

Dia memprediksi pertarungan politik di tahun ini akan semakin keras dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. "Walaupun kami berharap tetap tampil damai dan tidak mengorbankan masyarakat dalam berebut suara," kata dia.

Pada Pemilu 2014 nanti, Luthfi menargetkan PKS masuk dalam tiga besar partai pemenang Pemilu. "Target kami masuk tiga besar dan tidak harus nomor tiga," kata Luthfi.

Belum Tentukan Capres

PKS belum mempersiapkan calon presiden yang akan diusungnya pada pilpres 2014 mendatang. Luthfi Hasan mengatakan, pihaknya akan mengumumkan capres yang diusung setelah pelaksanaan pemilu legislatif.

"Hasil pemilu sudah muncul baru kemudian kami akan berbicara siapa calon presidennya," kata dia.

Selain akan fokus pada Pileg, faktor lain yang menyebabkan PKS tidak tergesa-gesa untuk mengumumkan capres adalah karena sampai saat ini belum ada keputusan perihal revisi UU Pilpres.

PKS sendiri lebih sepakat jika UU Pilpres, terutama pada poin yang mengatur soal presidential treshold tidak diubah. Dalam UU Pilpres tersebut disebutkan jika presidential treshold sebesar 20 persen.

"Kami lebih cenderung untuk tetap tinggi presidential trashold itu agar tidak telalu banyak kandidat presidennya, dan agar cukup satu putaran dan selesai. Karena bebannya secara ekonomis telalu mahal," kata dia.

Luthfi optimis tidak akan ada perubahan dalam UU Pilpres itu. Namun bukan berarti PKS menutup peluang untuk dilakukan revisi terhadap UU Pilpres.

"Ada wacana merubah, tapi saya rasa perubahannya tidak terlalu signifikan, mungkin tetap mungkin kurang-kurang sedikit. Kita memilih tetap 20 persen, tapi kalaupun toh harus kurang, kurangnya sedikitlah, jangan telalu banyak," kata dia. (umi)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya