Minggu, 20 April 2014
17:47 WIB
Indonesia Waspadai Dampak Topan Bopha
Bopha bisa memicu gelombang tinggi di Laut China Selatan.
Like
Ilustrasi angin topan
Denny Armandhanu | Kamis, 6 Desember 2012, 14:24 WIB

VIVAnews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia memperingatkan akan adanya dampak dari topan Bopha yang menghantam Filipina dan telah menewaskan lebih dari 300 orang. BNPB telah mengeluarkan perintah waspada ke beberapa wilayah di tanah air.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan HUMAS BNPB, Kamis 6 Desember 2012, Bopha akan memberikan dampak dari hujan ringan hingga sedang. Beberapa wilayah yang terkena dampak ini antara lain Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur bagian Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian utara, Maluku Utara dan Tengah.

Topan ini juga berpotensi memicu gelombang setinggi 3-4 meter di Laut China Selatan bagian utara, Perairan Barat Filipina. "BNPB telah mengirimkan informasi kepada BPBD pada daerah-daerah yang berpotensi terpengaruh oleh siklon tersebut agar meningkatkan kesiapsiagaannya," kata Sutopo.

Saat ini Bopha telah meninggalkan wilayah Mindanao dan berada di Laut China Selatan sekitar  12.0 LU, 116.8 BT (sekitar 1290 km sebelah timur laut Natuna).  Topan mengarah ke barat laut dengan kekuatan 65 knots (120 km/jam).

"BMKG memprediksikan 24 jam ke depan, intensitasnya menguat kembali. Kekuatan 70 knots (130 km/jam)," lanjur Sutopo.

Sejak Selasa menghantam wilayah Filipina, korban tewas akibat Bopha telah mencapai sedikitnya 332 orang, sebanyak 379 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

BNPB mencatat, sebanyak 48.893 kepala keluarga atau 231.630 orang terdampak langsung oleh siklon tropis tersebut yang tersebar di 25 kota di 25 provinsi di Filipina. Sekitar 38.790 KK atau 183.336 orang ditampung di 417 titik pengungsian. (eh)

 

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya