Jum'at, 25 Juli 2014
22:56 WIB
Dominasi Survei LSI, Mahfud Tak Berani Jadi Capres
Mahfud tetap tidak berani untuk melangkah ke pencalonan presiden.
Like
Mahfud MD
Eko Priliawito, Syahrul Ansyari | Rabu, 28 November 2012, 23:34 WIB

VIVAnews - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Muh. Mahfud MD, mengaku senang namanya selalu muncul dalam setiap survei dari berbagai lembagai survei di Indonesia. Terbaru adalah survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menempatkan dirinya di atas tokoh-tokoh nasional yang lain seperti Jusuf Kalla, Megawati dan Wiranto.

"Mengapa senang karena saya tidak pernah menyiapkan langkah khusus, tapi pengenalan orang itu konsekuensi logis atas apa yang saya lakukan," kata Mahfud di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Rabu, 28 November 2012.

Namun demikian, Mahfud menegaskan senang tidaklah sama dengan ingin. Meskipun senang, lanjutnya, dia tetap merasa tidak berani untuk melangkah ke pencalonan presiden.

"Saya tahu diri, harus punya partai, dan uang. Mungkin untuk kedua ini bisa dinego. Tetapi satu yang nggak bisa digadai, ada idealisme," jelasnya.

Mahfud melanjutkan, bila idealisme ditawar maka hasil survei akan turun karena integritas dan sikap konsisten sudah ditukar.

"Itu sebabnya saya sampai dengan hari ini tidak berani menyatakan iya dan tidak mengatakan tidak, tapi pada saatnya saya harus mengatakan ya apa tidak. Pilihannya masih nanti," ucapnya.

Mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan menjadi seorang presiden tidaklah mudah. "Bung Karno dan Bung Hatta mempertaruhkan harta dan nyawa, masa saya mau jadi presiden dengan sesuka hati?," tanyanya.

Terkait menjamurnya lembaga-lembaga survei seperti saat ini, Mahfud menyatakan kegembiraannya. Baginya, lembaga-lembaga survei itu dapat menjadi ajang bagi masyarakat untuk menemukan calon-calon pemimpin alternatif.

"Ini demokrasi yang diinginkan. Setiap orang punya kesempatan untuk mencalonkan, dicalonkan, dan memilih. Sekarang sudah mulai ada survei sehingga masyarakat dihadapkan pada alternatif yang ada," lanjutnya.

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya