Sabtu, 19 April 2014
06:39 WIB
Bulan Depan, Misteri Gunung Padang Diungkap ke Publik
Temuan itu diklaim akan menggegerkan masyarakat.
Like
Gunung Padang, Cianjur
Eko Huda S | Minggu, 25 November 2012, 07:20 WIB

VIVAnews - Tim Terpadu Penelitian Gunung Padang akan mengungkap temuan mereka pada pertengahan bulan Desember 2012. Temuan itu diklaim akan membuat kaget masyarakat. Sebab, banyak temuan yang didapatkan oleh tim peneliti ini di gunung yang terletak di Cianjur, Jawa Barat, ini.

"Pertengahan bulan depan akan kami sampaikan hasil temuan kami selama ini, akan ada kejutan," kata Ketua Tim Peneliti Mandiri, Danny Hilman Natawidjaja saat berbincang dengan VIVAnews, Sabtu 24 November 2012. Temuan ini akan diungkap dalam seminar bersama tim riset dari Badan Geologi, Tim Riset Ristek, dan Tim Arkenas.

Danny mengatakan, akhir tahun 2012 ini Tim Peneliti Mandiri akan menyelesaikan salah satu fase riset di areal Gunung Padang. Danny mengaku paham banyak masyarakat yang bertanya apakah ada temuan baru yang mengejutkan. Tim peneliti, kata dia, akan menjawab pertanyaan itu bulan depan. "Selama ini, belum banyak hasil penelitian yang diekspos, yang terakhir hasil geolistrik," katanya.

Menurut Danny, pada pertengahan Desember nanti, tim peneliti akan memaparkan temuan-temuan yang relatif lebih lengkap. Tim akan menyampaikan rangkuman hasil penelitian mulai dari carbon dating, georadar, geomagnet, hingga geolistrik. "Struktur di dalamanya sudah agak lebih jelas. Kemudian ada juga penentuan umur yang sebelumnya dari USGS, kami temukan yang terbaru," katanya.

Sekedar diketahui, Laboratorium Miami Florida, Amerika Serikat, menduga umur lapisan tanah urug di kedalaman 4 meter di Gunung Padang adalah man made stuctures (struktur yang dibuat oleh manusia) dengan ruang yang diisi pasir (di kedalaman 8-10 meter) di bawah Teras 5 pada Bor-2, sekitar 7600-7800 SM. Umur dari lapisan di kedalaman sekitar 5 meter sampai 12 meter, sekitar 14500–25000 SM/atau lebih tua. Situs Gunung Padang diduga lebih tua dari usia Piramida Giza di Mesir.

Danny menambahkan, penelitian situs Gunung Padang ini belum berakhir, dan akan terus dilakukan di tahun berikutnya. "Karena masih banyak objek di areal Gunung Padang yang belum tersentuh riset," katanya.

Saat ini, tambah Danny, tim peneliti dari Arkenas sedang melaksanakan survei di Gunung Padang. Hasil temuan dari amsing-masing tim akan dibandingkan untuk didiskusikan. "Ini adalah cara yang paling sehat di dunia penelitian untuk sama-sama mengekspose masing-masing temuannya. Seminar ini akan dilakukan terbuka dan mengundang para ilmuwan dan masyarakat umum. Waktu dan tempat akan diumumkan segera," katanya.(np)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya