Kamis, 24 Juli 2014
19:20 WIB
Proton dan Honda Tunggu Lampu Hijau untuk Kolaborasi
Belum jelas, apakah membuat mobil baru atau kerjasama lain
Like
Proton Exora
Denny Armandhanu, Herdi Muhardi | Jum'at, 9 November 2012, 03:02 WIB

VIVAnews – Untuk dapat bertahan di industri otomotif dan meningkatkan penjualan, banyak produsen mobil memilih berkolaborasi dengan merek lain. Hal tersebut juga terjadi pada merek mobil Proton dengan menggandeng salah satu raksasa otomotif, Honda.

Menanggapi hal tersebut PT Proton Edar Indonesia dan PT Honda Prospect Motor sama-sama mengaku masih menunggu keputusan resmi dari kantor pusat. Menurut GM Sales and Marketing PT. Proton Edar Indonesia, Mohd Asri Khayan, saat ini Proton Indonesia masih menunggu kabar resmi mengenai kerjasama produsen mobil asal Malaysia itu dengan Honda.

"Kami masih menunggu, belum jelas ke arah mana kolaborasi tersebut, apakah membuat mobil baru atau kerjasama lain," ungkap Asri, saat ditemui di showroom Proton Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis, 8 November 2012.

Tidak berbeda dengan Proton, Marketing and After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy mengatakan belum mendapatkan informasi resmi perihal kerjasama HPM dan Proton Edar Indonesia.

“Saya belum mendapatkan informasi resmi, yang saya tahu memang kabar tersebut sudah banyak beredar di media massa dan internet,” jelas Jonfis saat ditemui di salah satu mall di kawasan Jakarta Barat.

“Sebelum resmi saya tidak bisa bicara, Buat varian baru atau apa,” tambah Jonfis.

Kembangkan Teknologi

Sebelumnya, menurut Business Times yang dikutip oleh Paultan.org, Selasa 30 Oktober 2012, dari 10 pabrikan asal Jepang yang menjadi target utama Proton adalah Toyota, Nissan, Honda dan Suzuki.

Pemilik baru Proton DRB-HICOM berharap kerjasama dengan pabrikan Jepang dapat membantu Proton mengembangkan teknologi mesin dan platform dari setiap produk mereka.

Saat ini Proton telah menjalin kerjasama dengan Honda, Suzuki, Isuzu untuk perakitan lokal di Negeri Jiran. Adapun pabrikan Eropa seperti Volkswagen dan Mercedes-Benz dilaporkan juga tertarik menggandeng Proton untuk perakitan lokal produk mereka guna menekan biaya produksi.

Sedangkan Toyota diketahui memiliki saham di Perodua--salah satu pabrikan mobil yang juga berasal asal Malaysia. (ren)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya