Kamis, 24 April 2014
05:57 WIB
12 Titik Flyover dan Underpass Sebidang Rel KRL Dibangun
Pembangunan ini untuk mendukung pelayanan KRL.
Like
KRL Bogor-Kota
Desy Afrianti, Dwifantya Aquina | Selasa, 6 November 2012, 09:51 WIB

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun jalan layang (flyover) dan jalan bawah (underpass) pada 12 titik lokasi yang merupakan jalan yang sebidang dengan rel kereta rel listrik (KRL). Pembangunan ini untuk mendukung rencana peningkatan pelayanan kereta api guna meningkatkan headway (jarak tempuh) kereta menjadi 5 menit.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, pembangunan flyover dan underpass di jalan sebidang ini adalah sebagai sarana jalan bagi kendaraan pribadi maupun umum. Sehingga arus lalu lintas tidak akan terganggu dan menimbulkan kemacetan akibat semakin singkatnya headway KRL.

"Di mana saja saya lupa. Anggarannya pasti dari APBD 2013, besarannya lupa. Masa saya harus ngapalin semuanya sih. Yang teknis-teknis itu tanya ke dinas," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Selasa, 6 November 2012.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menambahkan pertemuan antara PT Kereta Api dan Pemprov DKI membahas tentang kerja sama dalam meningkatkan layanan KRL kepada warga Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, PT KA menyampaikan mulai 2013 mendatang, pihaknya akan melakukan penambahan kereta sebanyak 150 gerbong per tahun.

Penambahan akan dilakukan selama enam tahun, sehingga total akan ada 900 gerbong baru dalam rangkaian KRL. Sehingga rangkaian KRL yang baru ada empat gerbong ditambah menjadi enam gerbong. Dengan begitu, penumpang tidak akan naik ke atas atap kereta karena daya angkutnya sudah bertambah.

"Otomatis daya angkutnya akan bertambah. Sekarang kan daya angkut KRL baru mencapai 500 ribu penumpang per hari, masih kecil bila dibandingkan dengan busway yang bisa mengangkut 350-400 ribu penumpang per hari. Daya angkut KRL seharusnya lebih dari busway. Karena itu, PT KA akan tambah gerbongnya,” ungkapnya.

Selain itu, PT KA akan menambah headway atau jarak tempuh KRL yang satu dengan yang lain menjadi 5 menit dari yang sekarang hanya 7 menit. Dengan penambahan headway, akan menimbulkan penutupan lintasan jalan sebidang semakin cepat. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang parah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kata Pristono, Pemprov DKI akan membangun underpass dan flyover di jalan-jalan simpang sebidang dengan rel kereta api. Gubernur DKI sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk membangun kedua jalan tersebut.

"Sedangkan Dishub, akan menyiapkan titik transfernya. Kami akan membuat shortcut atau jalan pintas dari stasiun ke halte busway, sehingga penumpang tidak dibuang ke jalanan begitu saja seperti di Dukuh Atas. Kita akan buat selasar sepanjang stasiun ke halte busway. Ingat ya selasar beda dengan halte bus," terangnya. (sj)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya