Kamis, 31 Juli 2014
22:31 WIB
Bentrok Palu Dipicu Ketersinggungan Pemuda
Sekelompok warga masih berupaya memancing kembali terjadinya bentrok
Like
Sejumlah polisi berlindung di samping kendaraan mereka ketika berusaha menghantikan pertikaian dua kelompok warga
Syahid Latif,  RHA (Makassar) | Jum'at, 2 November 2012, 01:41 WIB

VIVAnews - Suara ledakan masih terdengar di daerah Kelurahan Tinggede, Kabupaten Sigi. Beruntung, ledakan senjata yang biasa digunakan saat bentrokan tersebut tidak mendapat balasan dari warga Kelurahan Tatura, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Kapolsek Palu Selatan, AKP Saemuda Ali mengatakan, ledakan dum-dum tersebut bukan untuk menyerang ke Tatura namun diduga digunakan warga untuk memancing kembali terjadi bentrok antar warga tersebut.

"Beruntung warga Tatura tidak menanggapi pancingan itu," ujar AKP Saemuda Ali, Kamis, 1 November 2012.

Di tempat yang sama, pada Selasa dinihari akhir Oktober lalu, bentrokan kedua warga tersebut pecah. Tepatnya di Jembatan II, Jalan I Gusti Ngurah Rai, salah satu akses yang menghubungkan kota Palu dengan Kabupaten Sigi.

Dua warga dari kampung Tatura dan Tinggede diketahui saling serang menggunakan batu, senjata busur dan dum-dum. Bentrokan berakhir sekitar pukul 04:00 WITA setelah puluhan personil gabungan polisi dari Polres Palu, Polres Sigi dan dan Polsek palu Selatan memisahkan kedua kubu.

Namun bentrokan kembali pecah Kamis pagi setelah aparat kepolisian meninggalkan lokasi bentrok karena dianggap sudah cukup aman. Sekitar pukul 12:30 WITA, warga Tinggede kembali menyerang ke Tatura. "3 motor dan 1 lapak kecil untuk berjualan dibakar massa penyerang," terang Saemuda.

Sebagai langkah antisipasi, polisi yang awalnya ikut diserang karena berusaha membubarkan massa, menutup Jembatan II. Tujuannya agar tidak ada warga yang menggunakan jalur tersebut, sebagai upaya mendinginkan suasana kedua pihak yang saling bertikai.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari pemicu bentrokan. Dugaan sementara, bentrok dipicu oleh ketersinggungan antar pemuda, yang berujung pada penganiayaan.

Menurut Saemuda, dari informasi sementara, sebelum terjadi bentrok, atau 3 hari sebelumnya, seorang pemuda Tatura mengaku bermasalah dengan seorang warga pemuda lain. Namun tidak diketahui asal pemuda tersebut. Yang diingat oleh korban adalah sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.

Pemuda Tatura kemudian melakukan sweeping untuk mencari motor yang dicurigai tersebut. Usai menemukan motor yang menjadi target, dikabarkan ditemukan senjata rakitan.

Pemuda ini kemudian diserahkan ke polisi setempat dan sempat ditahan selama satu malam. Siangnya, pemuda tersebut dilepas tanpa diketahui alasan yang jelas.

Menurut Saemuda, pihaknya telah mendamaikan kedua pihak dengan mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat kedua pihak. Pada pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk menahan diri guna menghindari bentrokan.

Sebagai langkah penegakan hukum, polisi berjanji akan mencari pemuda yang disebut-sebut melakukan penganiayaan sehingga memicu bentrok antar warga tersebut. "Kita masih fokus mencari pelaku, dan jika tertangkap, pasti akan ditindak sesuai hukum yang berlaku," ujar AKP Saemuda Ali.

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya