Rabu, 20 Agustus 2014
13:47 WIB
Elektabilitas Menurun, PAN Kerja Keras Usung Hatta di Pilpres 2014
Sekarang PAN harus mampu raih suara signifikan di pemilu legislatif.
Hatta Rajasa
Arry Anggadha, Oscar Ferri | Selasa, 30 Oktober 2012, 14:53 WIB

VIVAnews - Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional, Taufik Kurniawan mengatakan, Hatta Radjasa sebagai Ketua Umum DPP PAN sudah layak secara hukum untuk menjadi calon presiden pada 2014.

Hal itu sesuai dengan undang-undang yang mengatur, capres dan cawapres harus diusung oleh partai politik atau gabungan parpol.
 
"Capres itu harus layak hukum. Artinya, memiliki kendaraan politik, sebagaimana peraturan undang-undang yang menyebutkan pasangan di pilpres diusung parpol atau gabungan partai politik," kata Taufik dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa 30 Oktober 2012.

Taufik mengatakan, Hatta tentu sudah memiliki kendaraan politik atas nama PAN. Tinggal persoalannya, bagaimana kader dan simpatisan bekerja keras agar bisa memiliki suara minimal 20 persen. "Sekarang PAN harus mampu meraih suara signifikan di pemilu legislatif," ucap dia.
 
Meski begitu, jika melihat perjalanan PAN dari pemilu pertama kali yang diikutinya, partai berlambang matahari terbit ini terus mengalami tren penurunan suara. Mulai dari Pemilu 1999 meraup 7.528.956 suara (7,12 persen), Pemilu 2004 meraih 7.303.324 suara (6,44 persen), dan Pemilu 2009 sebesar 6.254.580 (6,1 persen).

Untuk itu, Taufik yang juga Wakil Ketua DPR ini menilai, bukan tugas yang mudah bagi partainya untuk mendongkrak perolehan suara. Tugas PAN selaku mesin politik Hatta Rajasa untuk mendongkrak suara yang harus dilakukan dalam waktu dekat ini adalah kerja keras dan terobosan-terobosan.

Menurut Taufik, serangkaian terobosan harus dilakukan PAN agar penetapan Rakernas PAN dapat berjalan sesuai harapan. Jika hal itu dilakukan secara maksimal, bukan tidak mungkin PAN mampu memperoleh suara dua digit pada pemilihan umum 2014.

"Dengan memperoleh suara sebesar dua digit, maka jalan bagi Hatta Rajasa untuk ikut serta dalam kontestasi pemilihan presiden 2014 akan kian terbuka," ucap Taufik.
 
Sementara, Ketua Fraksi PAN DPR Tjatur Sapto Edy mengatakan, Hatta merupakan sosok calon presiden yang santun. Meski Rakernas PAN resmi mengusung Hatta, lanjut Tjatur, sampai saat ini Hatta belum menyatakan bersedia.

Sikap malu-malu itu, kata Tjatur, dapat diartikan sebagai wujud kesantunan politik Hatta, mengingat dirinya saat ini masih tercatat sebagai salah seorang menteri pada KIB II. "Hatta sadar betul bukan merupakan hal yang etis jika seorang pejabat publik mengumbar hasrat menjadi calon presiden secara berlebihan," kata Tjatur. (eh)

 

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
A A A
Kanal Lainnya