Rabu, 24 September 2014
11:25 WIB
Monex: Emas Masih dalam Tekanan
Bila data dari Jerman dan Inggris membaik bisa topang kenaikan harga.
Harga emas merangkak naik.
Arinto Tri Wibowo | Selasa, 16 Oktober 2012, 11:11 WIB

VIVAnews - Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan, tekanan turun masih akan membayangi harga emas saat ini.

Setelah penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang memberikan sentimen negatif pada harga emas, penguatan dolar AS akibat membaiknya data-data ekonomi seperti penjualan ritel, juga memberikan sentimen negatif.

"Indikator Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan pola penurunan," kata Ariston dalam analisisnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa 16 Oktober 2012.

Namun, dia menambahkan, pada indikator stochastics sudah mulai menunjukkan harga membentuk bottom atau support. Level support dan resistance yang menjadi acuan saat ini adalah US$1.727 dan US$1.741 per ons.

Menurut dia, tekanan harga masih ke arah bawah, dan bila level support tersebut mampu bertahan, harga akan kembali rebound ke area US$1.748-1.752 per ons. "Tapi, bila support berhasil ditembus, harga akan kembali melemah ke area US$1.714-1.700 per ons," tuturnya.

Ariston menjelaskan, data ekonomi yang patut diperhatikan investor hari ini adalah data survei sentimen ekonomi Jerman oleh lembaga survei ZEW. Selain itu, data inflasi dari Inggris dan Amerika Serikat akan menjadi faktor yang mempengaruh pergerakan pasar.

"Bila data dari Jerman dan Inggris tersebut membaik, ini bisa mendukung penguatan harga emas," tuturnya.

Sementara itu, untuk data inflasi AS, bila angkanya lebih tinggi dari sebelumnya, bisa kembali menguatkan dolar AS yang berimbas pada pelemahan harga emas.

Berdasarkan data kantor berita Reuters, harga emas spot di Singapura stabil di level US$1.736,39 per ons pagi ini, setelah jatuh ke posisi US$1.728,75 per ons, atau terendah dalam satu bulan. Pada Senin kemarin, harga emas juga turun 1 persen, terbesar dalam penurunan tiga bulan terakhir.

Harga emas berjangka AS juga diperdagangkan hampir datar di posisi US$1.738,20.

Di dalam negeri, berdasarkan data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Antam Tbk, harga emas 1 gram ditransaksikan pada harga Rp583.300. Sedangkan untuk emas ukuran 100 gram diperdagangkan pada harga Rp544.400 per gram.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya