Kamis, 17 April 2014
08:07 WIB
Soal Akomodasi Hotel, Pebisnis RI Paling Irit di Asia
Perjalanan bisnis dari Indonesia kebanyakan dilakoni pejabat menengah
Like
Untuk urusan dana akomodasi, pebisnis RI paling irit di Asia
Syahid Latif, R. Jihad Akbar | Rabu, 26 September 2012, 13:41 WIB

VIVAnews - Pebisnis Indonesia diketahui paling irit dalam menghabiskan uangnya untuk akomodasi hotel saat melancong keluar negeri. Rata-rata para pebisnis asal tanah air "hanya" menghabiskan US$81 (Rp729 ribu) per malam.

Demikian hasil Survei Accor Asia-Pasific Business Traveller Research Tahun 2012 yang diungkapkan Vice President Communications Accor kawasan Asia Pasifik, Evan Lewis, di Jakarta, Rabu, 26 September 2012.

Lewis menjelaskan, alokasi dana akomodasi para pebisnis Indonesia tersebut menurun dibandingkan survei tahun sebelumnya, yaitu sebesar US$92 per malam.

Hasil survei menujukan, penurunan tersebut terjadi karena perjalanan pebisnis Indonesia pada tahun ini didominasi pegawai jabatan kelas menengah. Level manager adalah kalangan yang terbanyak melakukan perjalanan bisnis dengan persentase 45 persen.

Diikuti pebisnis selevel direktur (14 persen), pemilik perusahaan/mitra kerja sebesar 10 persen, dan CFO/CEO sebesar 5 persen. 

Faktor dominasi level jabatan kelas menengah itu pula yang membuat alokasi anggaran akomodasi para pelancong bisnis dari Indonesia cenderung lebih efisien dalam pengeluaran hotel saat melakukan perjalanan.

"Sepertinya kalangan bos kurang bijaksana dalam menentukan anggaran perjalanan," tambahnya.

Paling Boros

Untuk urusan akomodasi, pelancong bisnis yang paling boros berasal dari Australia (US$173), Singapura (US$156) dan India (US$133).

Pada bagian lain, Lewis juga mengungkapkan faktor utama yang mempengaruhi pelancong Indonesia dalam memilih hotel adalah loksi yang dekat dengan tujuan bisnis, tarif hotel, ketersediaan WiFi, serta kepemilikan kartu anggota. 

Terkait fasilitas kamar, pebisnis Indonesia memiliki pendapat yang sama dengan pebisnis dari kawasan Asia Pasifik lainnya. Bagi para pebisnis Asia, faktor terpenting terkait fasilitas kamar adalah tempat tidur yang nyaman (62 persen) dan kamar mandi dengan kualitas yang baik (36 persen). (ren)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya