Selasa, 29 Juli 2014
03:39 WIB
Dua Pabrik di Pakistan Terbakar, 125 Tewas
Pemerintah dihujani kritik karena terlalu korup dan tidak beres.
Like
Kebakaran pabrik sepatu di Kota Lahore, Pakistan
Renne R.A Kawilarang | Rabu, 12 September 2012, 14:03 WIB

VIVAnews - Kebakaran menghanguskan suatu pabrik garmen di Kota Karachi, Pakistan, Selasa malam waktu setempat. Di saat yang hampir bersamaan, api juga melumat pabrik sepatu di Kota Lahore. Jumlah korban yang tewas sedikitnya 125 jiwa.

Menurut kantor berita Reuters, kebakaran di Karachi menewaskan hingga 100 orang. Sementara yang di Lahore merenggut nyawa 25 orang, ungkap para pejabat setempat hari ini. 

"Banyak orang saat itu berteriak demi menyelamatkan diri," kata Mohammad Asif, pria 20 tahun yang menjadi pekerja pabrik garmen di Karachi yang terbakar. "Mereka berlarian ke jendela. Saya lompat dari lantai tiga," lanjut Asif.

Kebakaran yang terjadi di saat yang hampir bersamaan pada dua pabrik itu menimbulkan pertanyaan dari banyak kalangan mengenai jaminan keselamatan industri di Pakistan. Pemerintah selama ini dihujani kritik karena terlalu korup dan tidak becus menangani sejumlah masalah, dari krisis yang melanda pelaku industri hingga kasus bom bunuh diri.

Pejabat polisi Senior Superintendent Amir Farooqi mengungkapkan bahwa polisi di Karachi tengah memburu pemilik pabrik garmen yang terbakar. Menurut Farooqi, sedikitnya 35 orang cedera akibat kebakaran pabrik garmen di Karachi. Pabrik itu diketahui mempekerjakan sekitar 450 orang.

Penyebab kebakaran di Karachi itu masih diusut pihak berwenang setempat. "Dalam dua menit, muncul api di seluruh pabrik," kata seorang bekerja bernama Liaqat Hussain, yang menderita luka bakar di sekujur tubuh.

"Gerbangnya saat itu sudah ditutup. Tidak ada akses untuk keluar sehingga kami terperangkap di dalam," lanjut Hussain.

Dalam kebakaran di Lahore, para pekerja pabrik curiga bahwa penyebabnya adalah kerusakan generator. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat rekan-rekan mereka terbakar hidup-hidup.

Para pekerja pun terpaksa melompat dari genteng untuk menyelamatkan diri. Pemerintah setempat selama ini tidak mampu memberi pasokan listrik yang diandalkan sehingga pemilik pabrik rata-rata harus menyediakan generator, yang berbahan bakar solar atau bensin. Generator itu berguna bila aliran listrik padam untuk waktu yang lama. (eh)

 

 

 

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya