Sabtu, 20 September 2014
20:59 WIB
Studi Global: Tanah Longsor Membunuh
Angka kematian karena tanah longsor 10 kali lipat dari yang diduga
Longsor terjang ladang palawija dekat rumah Jero Wacik
Arfi Bambani Amri | Kamis, 16 Agustus 2012, 08:35 WIB

VIVAnews - Tanah longsor ternyata sangat membunuh, sampai 10 kali lipat dari yang diperkirakan. Lebih dari 32 ribu orang tewas akibat bencana ini antara 2004 sampai 2010, menurut sebuah studi yang dirilis Kamis, 16 Agustus 2012.

"Tanah longsor adalah bahaya global yang membutuhkan sebuah perubahan besar dalam persepsi dan kebijakan," kata David Petley, peneliti utama studi ini di Universitas Durham, Inggris. "Ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memanajemen dan mitigasi risiko tanah  longsor seoerti dengan pengendalian penggunaan tanah, manajemen hutan yang proaktif dan memandu pembangunan keluar dari kawasan rawan."

Data yang dikumpulkan, tanah longsor mengakibatkan kematian dari China, Indonesia sampai ke selatan Amerika. Data yang dipublikasikan di jurnal Geologi itu menyatakan 32.322 orang tewas di 2.620 tanah longsor di seluruh dunia antara 2004-2010. Sebelumnya, hanya antara 3.000 sampai 7.000 orang yang tewas dalam kurun itu.

Perbedaan tajam data ini bisa saja karena pengenalan metode pengumpulan data yang lebih baik, kata Petley.

Bulan lalu, banjir dan tanah longsor membunuh lebih dari 100 orang di selatan Rusia setelah hujan rata-rata dua bulan turun hanya dalam hitungan jam. Di Uganda, pada Juni, lebih dari 30 orang tewas dan 100 hilang setelah tanah longsor.

Tanah longsor adalah gerakan massa batu, pecahan dan tanah, yang sering disebabkan gempa bumi, hujan deras dan aktivitas manusia seperti penebangan hutan atau penambangan.

Hot spot tanah longsor ini ditemukan di India, Sri Lanka, selatan dan timur China, pusat kepulauan Karibia, Indonesia dan pegunungan dari Meksiko hingga Chile.

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya