Rabu, 3 September 2014
06:41 WIB
Survei Anjlok, Demokrat Panggil Lembaga Riset
Partai Demokrat ingin mengetahui variabel apa saja yang digunakan lembaga survei
Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf
Arfi Bambani Amri, Nila Chrisna Yulika | Senin, 18 Juni 2012, 12:28 WIB

VIVAnews - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mengatakan bahwa fraksi berencana mengundang lembaga-lembaga survei karena tingkat elektabilitas Demokrat yang terus merosot tajam. Nurhayati mengatakan, pemanggilan lembaga survei ini dilakukan karena Partai Demokrat ingin mengetahui variabel apa saja yang digunakan lembaga survei dalam melakukan survei.

"Mungkin nanti yang akan datang fraksi PD akan mengundang lembaga-lembaga survei untuk memaparkan apa saja yang disurvei itu. Kami kan juga harus tahu, karena kami hanya mendapatkan hasilnya tapi tidak tahu apa saja yang disurvei," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senin 18 Juni 2012.

Nurhayati beranggapan, jika pertanyaan yang digunakan lembaga survei itu berkaitan dengan korupsi, sehingga elektabilitas partai terus menurun. "Dari hasil survei ini, selalu dikaitkan dengan persidangan Nazaruddin atau kasus-kasis korupsi yang notabene saya yakin tidak hanya dilakukan oleh Fraksi PD atau kader PD saja," kata dia.

Seharusnya, kata Nurhayati masyarakat juga diberikan penjelasan, bukan hanya hasil surveinya. Jelaskan bahwa survei itu sendiri menyangkut apa saja, di daerah mana saja, golongan mana saja yang disurvei.

"Kami tidak mau ada pembodohan. Fungsi dari media itu kan mencerdaskan kehidupan berbangsa. Ini buat kita untuk terus introspeksi meningkatkan kinerja. Tidak ada yang salah dengan survei itu," lanjutnya.

Nurhayati mengatakan, sebenarnya banyak program-program dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang justru mendukung rakyat. "Program pemerintah yang pro rakyat itu banyak, di dapil saya jujur tidak ada masalah. Makanya itu yang akan kami tanyakan dan kami tidak boleh menafikan keberhasilan pemerintahan Pak SBY, khususnya di dalam program-program kesejahteraan rakyat. Apa itu misalnya, Jampersal (jaminan persalinan masyarakat --red)," kata Nurhayati.

"Jadi banyak sekali program-program di mana tentunya Partai Demokrat di DPR ini ikut mengawal program-program pemerintah," katanya.

Sejumlah lembaga survei menemukan elektabilitas Partai Demokrat terus melorot. Terbaru, Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu anjlok ke peringkat tiga. Hasil survei itu dipaparkan pada Minggu 17 Juni 2012, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur. "Survei LSI ini dilaksanakan pada 2 sampai 11 Juni 2012," kata peneliti LSI, Aji Al Farabi.

Survei itu menunjukkan Demokrat terancam hanya memperoleh suara di bawah 10 persen dan akan menjadi partai papan tengah. Berdasar survei  itu diketahui, jika pemilu legislatif dilakukan saat ini, Partai Golkar akan memperoleh 20,9 persen, PDIP 14,0 persen, sedangkan Demokrat memperoleh 11,3 persen.(sj)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya