Jum'at, 24 Oktober 2014
00:47 WIB
VIDEO: Gerhana Matahari di Langit Asia
Negara di wilayah Asia Timur beruntung bisa menyaksikan gerhana matahari hari ini.
Gerhana matahari 21 Mei 2012
Karlina Octaviany | Senin, 21 Mei 2012, 15:45 WIB

 

VIVAnews - Pengamat langit dari Cina hingga Texas menikmati fenomena langka ketika bulan menutup matahari menjadi cincin api. Gerhana matahari terjadi Senin pagi, 21 Mei 2012. 

Gerhana matahari hari ini menjadi gerhana matahari tahunan, dan kali pertama dapat dilihat di sebagian besar wilayah Amerika Serikat sejak 1994. Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua juga dapat menyaksikannya mulai pukul 06.30 WIT. 

Gerhana ini hanya terjadi ketika bulan pada titik orbit terjauh dari bumi sehingga menutupi lingkaran matahari. Penampakan bulan yang kecil membuat matahari tidak tertutup keseluruhan. Hasilnya, seperti cincin atau annulus. 

Bulan hanya menutup 94 persen lingkaran matahari dan berlangsung selama 4,5 menit. Pengamat dalam radius 300km bisa melacak sejak pagi hari dari Cina Selatan melintasi Samudra Pasifik Utara, hingga terbenam di California Utara, AS. 

Menurut pakar NASA, Fred Espenak, efek "cincin api" hanya dapat dilihat dari wilayah jejak bayangan primer. Bagian yang luas dari jejak gerhana mendapat gerhana parsial. 

Dari awal hingga selesai, gerhana matahari pertama pada 2012 ini berlangsung selama 3,5 jam. Gerhana ini bergerak melintasi bumi hingga 13.600km. 

"Kendati tidak segelap malam, Anda bisa menyebutnya 'senja palsu' karena kualitas cahaya menggelap," ujar kolumnis Space.com, Joe Rao. 

Matahari dan bulan bukan satu-satunya obyek pada gerhana hari ini. Venus, Jupiter, dan Merkuri juga menampakkan diri. 

Gerhana matahari ini bisa disaksikan di berbagai penjuru Asia seperti Korea Selatan, Cina, dan Jepang. 

Di Jepang, "tur gerhana" digagas di sekolah dan taman kota. TV Jepang menayangkan detik-detik gerhana yang baru terlihat lagi sejak 1839. Kru TV Jepang mendaki puncak gunung Fuji hingga ke kebun binatang Tokyo untuk melihat reaksi simpanse. 

Hujan turun ketika gerhana mulai tampak di langit Tokyo. Tapi, awan mulai menipis ketika gerhana mencapai puncak sehingga kondisi terbaik untuk pengamatan dapat tercipta. 

"Ini pemandangan yang sangat misterius. Saya tidak pernah melihat ini sebelumnya," ujar penduduk yang mengamati gerhana, Kaori Sasaki seperti dilansir dari Lubbockonline.com

Museum Astronomi Taipei, Taiwan melihat pemandangan ini hanya selama 30 detik. "Sangat menakjubkan. Kami terpesona dan tidak kecewa," ujar penggemar astronomi, Garry Andreassen yang melihat dengan kamera lensa panjang. 

Tapi pengamat Hong Kong kecewa. Beberapa ratus orang yang berkumpul di pelabuhan Kowloon hingga Victoria terhalang awan besar saat menyaksikan gerhana. Gerhana sebelumnya terjadi pada 1958. Kesempatan kali ini ditutup mendung. Hong Kong baru bisa melihat gerhana serupa sekitar 300 tahun lagi. 

Dokter dan guru memberi peringatan agar menjaga kesehatan mata saat menyaksikan gerhana. Menteri Pendidikan Jepang, Hirofumi Hirano mendemonstrasikan penggunaan kacamata pengamat gerhana pada konferensi pers. 

Polisi juga memberi peringatan agar pengemudi tidak sibuk menatap langit. Polisi setempat mewaspadai kecelakaan lalu-lintas akibat pandangan pengemudi yang teralihkan dari jalan ke matahari.

 

 

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya