Rabu, 23 April 2014
21:21 WIB
PLN Akan Ekspor Listrik ke Malaysia
Aturan jual beli listrik antarnegara di negara-negara maju sudah biasa dilakukan.
Like
Ilustrasi pasokan listrik.
Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan | Jum'at, 20 April 2012, 14:29 WIB

VIVAnews - Selain mengimpor listrik dari Serawak, Malaysia, Indonesia juga akan mulai mengekspor listrik sebesar 600 megawatt pada 2017, seiring berkurangnya ekspor batu bara dan gas. Ekspor listrik rencananya dari Sumatera ke semenanjung Malaysia.

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur Pamudji, menjelaskan, ekspor dari Sumatera ke Negeri Jiran itu dilakukan setelah kebutuhan listrik di Sumatera telah terpenuhi. Pada 2017, kebutuhan listrik di Sumatera mencapai 7.000 megawatt dengan rasio elektrifikasi sebesar 90 persen, sedangkan cadangan daya listrik Sumatera pada 2017 mencapai 11.600 MW.

"Pada 2017, PLN memiliki cadangan daya 40 persen di atas itu, dan dari cadangan tersebut sebanyak 600 MW diekspor ke Malaysia dan 3.000 MW dialirkan ke Jawa," kata Nur Pamudji di Jakarta, Jumat 20 April 2012.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jarman, menjelaskan, aturan jual beli listrik antarnegara di negara-negara maju sudah biasa dilakukan. Ia mencontohkan, Laos menjual listrik ke Thailand dan Thailand juga mengekspor listrik ke Malaysia.

Untuk merealisasikan rencana ekspor listrik, PLN akan memulai pembicaraan dengan Malaysia pekan depan.

Menurut Jarman, ekspor listrik ini untuk mengurangi ekspor batu bara dan gas ke negeri tetangga. Sebab, selama ini, ekspor batu bara dan gas ke negara tetangga digunakan untuk pembangkit listrik mereka. Padahal, industri di Indonesia saat ini kekurangan pasokan gas.

“Ini salah satu prospek kami. Daripada jual gas dan batu bara, kami jual listrik saja. Sehingga, gas dan batu bara bisa kami pakai sendiri,” katanya.

Meski Indonesia akan mengekspor listrik, pasokan listrik di dalam negeri, khususnya industri, tidak akan kekurangan listrik. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2012 diatur penjualan tenaga listrik lintas negara dapat dilakukan dengan tiga syarat, yaitu kebutuhan tenaga listrik setempat dan wilayah sekitar telah terpenuhi, harga jual tenaga listrik tidak mengandung subsidi, dan tidak mengganggu mutu serta keandalan penyediaan tenaga listrik setempat. (art)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya