Minggu, 20 April 2014
10:21 WIB
Sekilas Mengenai BAORI yang Ditolak PSSI
Keberadaan BAORI diatur dalam statuta KONI.
Like
Tim Rekonsiliasi KONI
Marco Tampubolon, Jonathan Pandapotan | Kamis, 22 Maret 2012, 21:26 WIB

VIVAbola - PSSI dengan tegas menolak usulan menyelesaikan persoalan sepak bola nasional melalui Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Ismail Mukadar meragukan netralitas lembaga di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tersebut.

Sebaliknya KONI, Sudirman justru menganggap PSSI tak bisa mengelak dari BAORI. Pasalnya BAORI telah diatur dalam statuta KONI yang mengikat seluruh anggotanya, termasuk PSSI sendiri. Lantas apa sebenarnya BAORI itu?

Menurut Sekretaris Tim Rekonsiliasi KONI, Sudirman, BAORI adalah badan arbitrase dibentuk untuk menyelesaikan sengketa olahraga yang melibatkan induk-induk cabang olahraga di Indonesia. Badan ini dibentuk oleh kepengurusan KONI pada era Rita Subowo.

Saat ini Ketua BAORI adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Satya Arinanto. Sedangkan wakilnya adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Benny Ryanto.

"BAORI itu terbentuk sejak zaman Ibu Rita Subowo. Kira-kira terbentuknya sekitar empat tahun lalu. Kantornya ada di KONI lantai 11," ujar Sudirman yang juga sekretaris BAORI.

Sudirman menjelaskan, pihaknya sudah cukup berpengalaman menyelesaikan masalah pada cabang-cabang olahraga di Indonesia. Sengketa yang ada pun selalu bisa diselesaikan dengan baik-baik.

"Banyak kasus yang sudah kami kerjakan dan tangani selama ini. Untuk tiga bulan ini saja sudah ada enam kasus. Dan nanti akan segera masuk kasus-kasus lainnya," kata Sudirman.

"Kasus-kasus itu ada yang selesai sampai tahap mediasi, ada juga yang sampai keluar keputusan dan lain-lain," bebernya.

Ketua Umum KONI, Tono Suratman, sebelumnya sudah mengeluarkan sembilan poin keputusan terkait rekonsiliasi PSSI dan KPSI. Salah satu poin itu adalah membawa masalah ini ke BAORI.

Namun, Saleh menolak langkah ini. Menurutnya, konflik PSSI lebih baik dibawa ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) yang berada di bawah naungan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Di poin enam keputusan KONI (bawa masalah ke BAORI) saya kira sudah baik. Sudah sangat konstitisional," ucap Sudirman.

Pada kesempatan yang sama, Sudirman juga melihat ada dua kesalahan fatal PSSI dalam memahami BAORI. Yang pertama adalah saat Saleh menyebut ketua BAORI dipegang Hinca Panjaitan yang tak lain adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPSI.  "Padahal, ketuanya saat ini Prof Satya," kata Sudirman.

"Kedua, dia bilang PSSI itu tunduk ke BAKI. BAKI itu kompetensinya untuk masalah internasional. Masalah ini kan di dalam NKRI dan PSSI bagian dari KONI. Saya kira pernyataan yang dikeluarkan Ketua KONI kemarin sudah sangat bijak," kata Sudirman.

"Instrumen final semuanya diatur dalam statuta KONI dan ini disahkan dalam musyawarah nasional di mana PSSI ikut sebagai anggota dan menyetujuinya," ujar Sudirman.

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya