Selasa, 23 September 2014
01:13 WIB
Junk Food Turunkan Kualitas Sperma
Pria dengan asupan lemak tertinggi memiliki 43% sperma lebih rendah.
Ilustrasi sperma
Mona Indriyani | Kamis, 15 Maret 2012, 11:13 WIB

VIVAnews - Banyak penelitian medis yang menunjukan efek negatif konsumsi junk food untuk kesehatan. Kanker, kolesterol dan jantung adalah beberapa penyakit yang dipicu dari makanan cepat saji ini.

Penelitian baru menunjukan bahaya lain dari junk food, terutama untuk kaum adam. Konsumsi junk food yang berlebih dapat menurunkan kualitas sperma, jumlah sperma menjadi menipis.

Sebuah studi yang dilakukan di klinik kesuburan Amerika Serikat, menemukan pria yang gemar konsumsi lemak memiliki jumlah sperma yang sedikit.

Penelitian ini juga menunjukan pentingnya asam lemak omega 3 yang dapat meningkatkan kualitas sperma. Asam lemak ini biasanya ditemui pada produk ikan dan minyak nabati.

" Hasil ini cukup dramatis. Tetapi mungkin ini dapat menjadi alasan untuk membatasi konsumsi junk food. Tingginya lemak akan berakibat pada penyakit kardiovaskular" ujar Kepala Peneliti Jill Attaman, Havard Medical School di Boston, AS.

Seperti yang dilansir Mirror.com, mereka yang mengonsumsi lemak jenuh, dengan asupan lemak tertinggi memiliki total sperma 43% lebih rendah, dengan konsentrasi 38% lebih rendah.

Diet tinggi lemak tampaknya tidak mengganggu kesuburan para responden pria dalam riset ini. Faktanya, tidak ada pria yang jumlah spermanya di bawah ambang batas yakni minimal 39 juta dengan konsentrasi 15 juta per mililiter, seperti yang ditulis jurnal Human Reproduction.

Bahkan pada pria yang mengonsumsi kadar lemak tertinggi (37% melebihi batas kalori normal), jumlah spermanya mencapai 125 juta dengan konsentrasi rata-rata 51 juta per mililiter.

Walaupun begitu, penelitian ini tetap memperhitungkan fakta bahwa 71% dari responden pria ini mengalami kegemukan atau obesitas, di mana hal ini tentu akan berdampak buruk pada kualitas sperma.

Diperkirakan sekitar 20 persen laki-laki muda memiliki kualitas air mani yang buruk, dan banyak pasangan yang mendatangi klinik kesuburan untuk program bayi tabung sekitar 30-50 persennya akibat adanya  masalah kesuburan pada laki-laki. (eh)

 

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya