Rabu, 1 Oktober 2014
23:15 WIB
Batu Biru, Tren Perhiasan 2012
Dalam beberapa tahun terjadi pergeseran selera konsumen, dari perhiasan emas ke batu mulia
Dalam beberapa tahun terjadi pergeseran selera konsumen, dari perhiasan emas ke batu mulia
Hadi Suprapto | Senin, 20 Februari 2012, 11:12 WIB

VIVAnews - Sebanyak 3.100 perusahaan perhisan dari 48 negara berkumpul di Hong Kong dalam ajang Hong Kong International Jewellery Show 2012. Pameran yang digelar 16-20 Februari 2012 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Wan Chai, ini mempertemukan para pengusaha dan pembeli dari industri perhiasan dari hulu hingga hilir.

Meski memiliki peserta ribuan, hampir sebagian besar peserta mengunggulkan koleksi bebatuan indah, baik yang masih mentah maupun perhiasan jadi. Peserta tak lagi mengagungkan emas kuning maupun berlian mengkilap.

Direktur Eksekutif Luk Fook, perusahaan perhiasan asal Hong Kong, Nancy Wong, mengatakan dalam beberapa tahun terjadi pergeseran selera konsumen, dari perhiasan emas ke batu mulia. "Sekarang ini emas hanya 55 persen, sisanya batu mulia,” katanya, saat ditemui di pameran itu.

Jenis batu mulia lain yang terlihat mendominasi pameran perhiasan Hong Kong adalah tanzanite. Kristal biru keunguan itu merupakan zoisite yang hanya ditemukan di Tanzania.

Warnanya yang berkisar antara biru hingga ungu membuatnya unik. Memang secara kasat mata, tanzanite mirip dengan safir. Namun, batu ini lebih lunak, sehingga lebih sering diolah menjadi kalung atau anting.

Koleksi batu tanzanite yang paling mencolok milik Gems Trading Co. Perusahaan asal Hong Kong ini memamerkan tanzanite besar berpotongan hati yang sekilas mirip dengan Queen of Heart, kalung milik Rose DeWitt Bukater dari film Titanic.

Sales Manager Gems Trading Co, Vicente L Sy mengatakan, tanzanite yang dipamerkan tersebut bernilai 410 karat. "Tanzanite adalah batu mulia yang sangat langka, bahkan lebih langka dari berlian," ujarnya. (adi)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya