Sabtu, 25 Oktober 2014
10:29 WIB
VIDEO: 'Reuni' Benua-benua Besar
Ilmuwan AS, memprediksikan penggabungan lagi benua-benua dalam kurun 50-200 juta tahun.
Pangea, supercontinent yang menjadi asal muasal benua yang ada di Bumi.
Ita Lismawati F. Malau | Jum'at, 10 Februari 2012, 12:40 WIB

VIVAnews - Tiga ratus juta tahun silam, benua-benua di bumi saat ini merupakan satu kesatuan yang disebut Pangaea. Sekelompok ilmuwan AS memperkirakan penggabungan benua-benua ini akan terjadi lagi.

Tim ilmuwan di Universitas Yale, AS, baru-baru ini memprediksikan penggabungan kembali benua-benua di bumi dalam kurun waktu 50-200 juta tahun mendatang. Hal ini dimungkinkan terjadi karena daratan pada dasarnya bergerak secara konstan saat terjadi aktivitas tektonik di suatu bagian permukaan Bumi.

Menurut tim ini, Amerika dan Eurasia diprediksi akan bertubrukan di Kutub Utara. Afrika dan Australia pada akhirnya akan bergabung juga dengan "Benua Super" itu. Menurut laman BBC, kajian tim ilmuwan Yale atas 'reuni' benua-benua itu diungkapkan dalam jurnal ilmiah Nature.

Aktivitas ini membentuk daerah-daerah seperti Mid-Atlantic Ridge--yang menjadi lokasi Islandia--dan wilayah-wilayah seperti yang terlihat di lepas pantai Jepang, di mana satu daratan kecil (pelat) bersinggungan dengan yang lain.

Para peneliti geologi itu yakin bahwa, dalam kurun miliaran tahun, pergesaran pelat-pelat itu secara berkala juga menggerakkan benua-benua dalam waktu bersamaan. Inilah yang memunculkan hipotesis atas terbentuknya sejumlah benua super bernama Nuna 1,8 miliar tahun lalu, Rodinia satu miliar tahun lalu, dan Pangaea 300 juta tahun lalu.

Bagaimana proses pergeseran benua-benua tersebut? Klik tautannya berikut. (umi)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya