Jum'at, 18 April 2014
04:37 WIB
Baling-baling Kapal Picu Stres pada Paus
Ini merupakan dokumentasi pertama terhadap efek fisiologi paus.
Like
Paus
Bayu Galih | Rabu, 8 Februari 2012, 12:05 WIB

VIVAnews - Para peneliti dari Amerika Serikat mengungkapkan bahwa suara bising yang disebabkan kapal laut ternyata bisa menyebabkan paus stres. Ini disebabkan suara yang dihasilkan baling-baling kapal laut memiliki frekuensi yang sama dengan frekuensi yang digunakan paus untuk berkomunikasi.

Seperti dikutip dari laman BBC, paus pun mengubah pola komunikasi mereka di tempat yang bising.

Para peneliti ini telah mengukur hormon stres dari faeces atau kotoran paus. Mereka menemukan kalau hormon stres ini meningkat seiring dengan makin padatnya arus lalu lintas laut.

Penelitian ini sendiri dilakukan di Teluk Fundy, Kanada, Lautan Atlantik bagian utara. Di wilayah ini paus tercatat sebagai hewan langka.

Sejak beberapa ratus tahun lalu, perburuan paus yang dilakukan oleh masyarakat Basque diduga kuat menyebabkan turunnya populasi paus. Tapi, penelitian terbaru memperlihatkan, jumlah populasi ini telah menurun sebelumnya, dengan penyebab yang masih belum jelas.

Dr Rosalind Rolland dari New England Aquarium di London, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa populasi paus kini telah meningkat hingga 490 pasu dari 350 tahun lalu.

Namun, perlu dicatat pula bahwa arus lalu lintas laut di Amerika Serikat menurun drastis pasca-serangan 11 September 2001.

Para peneliti mengatakan, saat ini tercatat tingkat kebisingan suara mencapai 6 decibel, yang terus berkurang di permukaan, dengan perubahan frekuensi di bawah 150 Hz.

Penelitian ini sudah menghabiskan waktu lima tahun untuk mengumpulkan faeces. Caranya pun terbilang unik, anjing yang terlatih menjadi 'pembimbing' para peneliti menemukan materi faeces.

"Ini pertama kalinya ada dokumentasi terhadap efek fisiologi, ini dilakukan terhadap hewan seberat 50 ton, jadi ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan," ucap Rolland, seperti dikutip dari laman BBC.

"Penelitian sebelumnya telah memperlihatkan mereka mengubah pola vokalisasi suara mereka di lingkungan bising. Tapi ini pertama kalinya stres didokumentasi secara fisiologi," lanjutnya.

Di Teluk Fundy yang menjadi lokasi penelitian sendiri, jalur lalu lintas laut telah direlokasi agar jauh dari tempat pengembangbiakan paus sejak tahun 2003. Setidaknya, dampak kapal laut berkurang hingga 80 hingga 90 persen. (umi)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya