Rabu, 23 April 2014
14:52 WIB
Tahun Depan, Kredit Motor Masih Tetap Tumbuh
Pembiayaan kredit bermotor yang kurang prudent dikhawatirkan menciptakan bubble ekonomi.
Like
Kendaraan bermotor menyesaki jalan-jalan di Jakarta
Syahid Latif, Ronito Kartika Suryani | Rabu, 16 November 2011, 15:45 WIB

VIVAnews - Kendati dalam sorotan bank sentral karena dikhawatirkan menciptakan gelembung ekonomi dari sektor kredit, para pelaku usaha sektor pembiayaan kendaraan bermotor masih cukup optimistis dengan pertumbuhan industrinya.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan tahun depan bisa mencapai 10 persen atau total menjadi Rp35 triliun. Target tersebut diakui lebih rendah dari pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini sebesar 25 persen yang diperkirakan mencapai Rp30,7 triliun.

"Proyeksi 2012 tersebut menurun bila dibandingkan target pertumbuhan tahun ini," kata Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila, di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu 16 November 2011.

Secara konservatif, Susila menambahkan, pertumbuhan pembiayaan memang  hanya mencapai 10 persen. Namun, jika melihat dari nilai pertumbuhan, perusahaan masih menganggap angka pertumbuhan tersebut cukup signifikan.

Bahkan, Adira mencatat, pertumbuhan pembiayaan kredit kendaraan bermotor justru tumbuh 50 persen usai krisis keuangan global.
 
Susila mengatakan, penyokong terbesar proyeksi pertumbuhan pembiayaan kredit kendaraan bermotor diperoleh dari kredit sepeda motor sebesar 60 persen. Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, porsinya hanya 40 persen.

Catatan perusahaan menunjukkan, jumlah pembiayaan baru Adira Finance hingga September 2011 telah mencapai Rp24,1 triliun atau setara dengan 1,5 juta unit. Dengan jumlah ini, perusahaan telah berhasil mencapai 78 persen dari target yang ditetapkan untuk 2011.

Adapun dari jumlah pembiayaan baru tersebut, pembiayaan sepeda motor menyumbang 63 persen yakni sebesar Rp15,3 triliun atau setara dengan 1,4 juta unit.

Untuk pembiayaan mobil, Adira Finance juga mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu meningkat 46 persen dari Rp6 triliun untuk sembilan bulan pertama 2010 menjadi Rp8,8 triliun pada periode sama tahun ini. Pembiayaan mobil baru memberikan kontribusi 68 persen atau mendekati Rp6 triliun. (art)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya