Sabtu, 2 Agustus 2014
07:23 WIB
Bendera Pemberontak Berkibar di Kedubes Libya
Lambang negara Libya yang biasa terpasang di depan tembok kedutaan juga sudah berubah.
Like
Kedutaan Besar Libya di Jakarta
Ismoko Widjaya, Syahrul Ansyari | Jum'at, 21 Oktober 2011, 14:33 WIB

VIVAnews - Diktator Libya yang berkuasa sekitar 42 tahun, Moammar Khadafi, tewas mengenaskan di tangan para pemberontak. Kedutaan Besar Libya untuk Indonesia sama sekali tidak berduka. Hal ini terlihat dari bendera negara yang dikibarkan di kantor kedutaan di Jakarta. Bendera tidak berkibar setengah tiang.

Tidak hanya itu, KKedutaan Besar Libya di Indonesia kini juga tak lagi menggunakan bendera negara yang digunakan saat Khadafi berkuasa, yakni warna hijau polos. Informasi yang diterima VIVAnews.com saat Khadafi jatuh sekitar Agustus lalu, bendera di Kedutaan sudah berganti menjadi 'Tri Warna.'

Pantauan VIVAnews.com di kantor Kedutaan Besar Libya untuk Indonesia di Jalan Kintamani II, Blok C 17, No 78 Jakarta Selatan, Jumat 21 Oktober 2011, bendera hijau polos memang tak lagi berkibar di sana.

Bendera yang berkibar saat ini adalah bendera yang pernah berkibar di tanah Libya saat era Raja Idris, penguasa sebelum Khadafi. Bendera tiga warna: Merah, Hitam, dan Hijau dengan lambang bulan sabit dan bintang di bagian tengahnya.

Bendera Tri Warna ini merupakan bendera yang digunakan para pemberontak Khadafi. Saat ditemui VIVAnews.com, Staf Lokal Kedutaan Libya untuk Indonesia mengaku tidak tahu kapan bendera Tri Warna itu mulai berkibar.

Kedutaan Besar Libya di JakartaMeski demikian, Staf Lokal yang enggan disebut namanya itu mengatakan bahwa kondisi Indonesia sangat jauh lebih baik dari Libya. "Saya juga heran, setiap rezim jatuh, benderanya ganti," kata dia saat ditemui VIVAnews.com di kantor Kedutaan Libya untuk Indonesia.

Dia juga tidak tahu kapan tepatnya bendera Tri Warna itu dipasang. Tidak hanya bendera, lambang negara juga turut berganti. Lambang negara Libya yang biasa terpasang di depan tembok kedutaan  sudah berubah.

"Lebih baik Indonesia, dulu zaman Pak Harto juga keras. Tapi bendera tetap merah putih, tidak separah gejolak di sana," ujarnya lagi. (umi)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya