Selasa, 29 Juli 2014
13:38 WIB
6 Tewas dalam Pembubaran Paksa Kongres Papua
Empat korban tewas terbaru ditemukan di sekitar tempat pelaksanaan kongres.
Like
Kerusuhan pacsa Kongres Rakyat Papua III
Denny Armandhanu | Kamis, 20 Oktober 2011, 19:28 WIB

VIVAnews - Enam orang dilaporkan tewas dalam aksi pembubaran paksa Kongres Rakyat Papua yang dilanjutkan penyisiran oleh aparat keamanan gabungan TNI-Polri. Dua korban ditemukan lebih dulu di belakang markas Korem 172 PWY Padang Bulan Abepura, empat lainnya ditemukan kemudian di sekitar tempat pelaksanaan kongres.

"Data yang kami peroleh, tanggal 20 Oktober 2011 ditemukan empat orang warga sipil lagi yang meninggal dunia di sekitar tempat pelaksanaan acara Kongres Papua. Namun, identitasnya hingga kini belum diketahui secara pasti," kata Matias Murib, Wakil Ketua Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua.

"Sebelumnya dua korban tewas yang ditemukan bernama Matias Maidepa, mahasiswa Umel Mandiri, dan Yacop Sabonsaba, anggota Petapa (Penjaga Tanah Papua)," katanya, lagi.

Murib mengatakan, 200 anggota kongres yang ditangkap mengaku disiksa petugas. "Mereka disiksa saat penangkapan, akibatnya 100 orang lainnya terpaksa mengungsi ke hutan hingga pagi tadi."

Yang ditahan di Markas Polda Papua berjumlah sekitar 300 orang. "Ratusan warga yang ditahan ada yang tidak terlibat dalam kongres, mereka kebetulan lewat dan langsung diciduk," kata Murib.

Menurut Murib, pihaknya juga menerima laporan dari Manokwari bahwa ratusan aparat gabungan TNI/Polri unjuk kekuatan dengan senjata lengkap. “Bahkan salah seorang warga bernama Martinus Yeimo dilaporkan tewas dibunuh anggota Brimob Paniai di Enarotali, sehingga seantero Papua saat ini diliputi ketakutan," jelasnya.
 
Murib mengatakan Komnas HAM Papua menyayangkan aksi represi aparat keamanan dalam menangani persoalan di Papua. Padahal menurutnya, pintu negosiasi masih terbuka dan merupakan jalan yang terbaik.

"Komnas HAM Papua akan melakukan investigasi mendalam lalu mengupayakan mediasi antara masyarakat Papua dan Pemerintah Pusat di Jakarta untuk memenuhi rasa keadilan, yang dicari melalui Kongres dan forum masyarakat asli Papua lainnya selama ini. Aparat diminta segera menghentikan operasi penyisiran dan unjuk kekuatan yang berlangsung sejak kemarin sampai hari ini di seluruh tanah Papua," kata Murib.

Juru Bicara Polda Papua Kombes Wachyono menegaskan pihaknya sudah melepas 300 orang yang sempat ditahan. "Karena tidak terbukti makar, mereka dilepas," jelasnya.

Wachyono mengatakan saat ini enam tokoh Kongres telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan makar. Pengacara mereka, Gustac R. Kawer, mengatakan para tersangka tidak bersedia menandatangani surat penangkapan dan penahanan karena merasa sudah mendapat izin menyelenggarakan kongres.

Kongres Rakyat Papua yang berlangsung selama tiga hari, 17-19 Oktober 2011, dibubarkan paksa oleh aparat setelah mendeklarasikan kemerdekaan Papua. Di hari pertama, mereka juga mengibarkan bendera Bintang Kejora. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua | kd)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya