Kamis, 2 Oktober 2014
21:27 WIB
Putri Bungsu Sultan Yogya Menikah 18 Oktober
Pengantin akan diarak dengan kereta kuda buatan 1880 menuju Keraton
Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni dan Achmad Ubaidillah
Arfi Bambani Amri, Nur Eka Sukmawati | Kamis, 28 Juli 2011, 21:16 WIB

VIVAnews - Kabar bahagia datang dari keluarga Keraton Yogyakarta. Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Bowono X, Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni, akan dipersunting seorang pria asli Lampung Achmad Ubaidillah pada 18 Oktober 2011 mendatang.

"Pemilihan tanggal tersebut diambil dari hari ulang tahun saya dan Ubaid berdasar hitungan Jawa. Bagusnya di hari itu dan cocoknya di hari itu," kata Reni di kediamannya di Jl Denpasar, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2011 malam.

Ditambahkan Reni, saat ijab kabul dan resepsi, keluarga akan menggunakan tema adat Jawa yang sudah menjadi pakem keluarga Keraton. Sementara untuk pemilihan warna, lulusan S1 Pariwisata, Perhotelan, dan Manajemen di Switzerland ini memilih warna putih - orange pada saat ijab kabul, sedangkan saat resepsi di malam hari menggunakan warna putih - hijau.

"Warna oranye itu kesukaan saya, sedangkan warna hijau melambangkan warna Keraton," ujarnya.

Proses ijab kabul akan dilaksanakan di Masjid Penepen pukul 07.30 WIB. Sementara untuk mas kawin, Ubaid memilih seperangkat alat salat. "Standar saja. Mungkin nanti ada waktunya, surprise-lah," ujar Ubaid.

Tak hanya itu, keluarga keraton juga akan mengadopsi Kirab Temanten seperti yang pernah dipakai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang dilakukan dari Keraton menuju Kepatihan. "Iring-iringan kereta berangkat dari Keraton menuju Kepatihan menggunakan lima kereta. Kereta yang ditumpangi mempelai adalah kereta Jongwiyat buatan tahun 1880. Berangkat dari Ksatriyan melewati Jl. Malioboro menuju Kepatihan," kata Tim Media, Siane Indriani.

Setelah menikah keduanya akan diberi gelar Gusti Kanjeng Ratu Bendara dan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara. (sj)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya