Minggu, 26 Oktober 2014
05:00 WIB
Lima Polisi di Jayapura Dipecat
Setiap anggota yang melakukan pelanggaran, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
Anggota polisi
Arry Anggadha | Kamis, 9 Juni 2011, 23:57 WIB

VIVAnews - Dianggap tidak layak dan pantas lagi menjadi anggota Bhayangkara Polri, lima personil Polresta Jayapura diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat. Pemecatan dilakukan setelah melalui sidang kode etik yang berlangsung 9 Juni di Mapolresta, Jalan Samratulangi Jayapura.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Wachyono, mengatakan, kelima personil itu dipecat, karena tindakan mereka dianggap tidak lagi mencerminkan anggota Polri, pengayom, pelindung, pelayan masyarakat.

"Kelima anggota itu telah melanggar ketentuan sebagaimana yang diatur dalam PP Nomor 1 Thn 2003. Sehingga tidak bisa ditolerir lagi, dan sidang kode etik memberhentikan mereka secara tidak hormat," kata Wachyono, Kamis 9 Juni 2011.

Sesuai dengan paradigma Polri yang baru, bagi setiap anggota yang melakukan pelanggaran, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. "Secara internal, kami komit dan tidak mentolerir lagi setiap anggota yang melakukan pelanggaran. Jika tidak layak dan pantas lagi, akan dipecat," jelasnya.

Anggota yang dipecat adalah Iptu Max  Nayoan, tersangkut dalam perkara aniaya istri, sesuai pengaduan LP/177/XI/2009/Yanduan tanggal 3-11-2009. Dia dianggap melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 13 ayat 1 dan pasal 14 ayat 1 huruf b PP No.1 Thn 2003 putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat.

Bripka Karno Rahayan sesuai dengan  LP/19/VII/2008/P3d Tanggal 10 Juli 2008, telah disersi 5 bulan. Dia dianggap melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a putusan PTDH.

Aiptu Giyarta, sesuai dengan LP/37/VIII/2007/P3d. tanggal 28 Agustus 2007, dia dianggap desersi dan melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a. Disersi sejak tahun 2007 putusan PTDH.

Brigpol Syahrizal sesuai dengan LP/45/X/2009/P3d tanggal 14 Oktober 2009, Disersi sejak bulan Juni 2009. Melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a Putusan PTDH.

Bripda Asfar Magfira sesuai dengan LP/21/VII/2008/P3d tanggal 10 juli 2008 Disersi sejak tahun 2008. Melanggar pasal 14 ayat 1 huruf a putusan PTDH. (Laporan: Banjir Ambarita, Papua)

© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
Kanal Lainnya