Senin, 1 September 2014
18:12 WIB
Bulog, dari BUMN Paling Rugi Kini Untung
Keuntungan yang diperoleh Bulog terutama berasal dari pendapatan dari sektor komersial.
Beras Bulog
Heri Susanto, Syahid Latif | Kamis, 2 Desember 2010, 13:03 WIB

VIVAnews - Setelah masuk jajaran BUMN dengan kerugian terbesar, kini Perum Bulog mulai berkinerja moncer. BUMN penyangga harga beras ini mencatat laba sebelum audit sebesar Rp800 miliar per Oktober 2010.

Sebagai catatan, Bulog menjadi BUMN paling rugi pada tahun 2009 dengan nilai kerugian mencapai Rp720 miliar. Bahkan, Bulog menggantikan posisi PT PLN (Persero) sebagai BUMN paling rugi pada tahun 2008. Kementerian BUMN beralasan kerugian Bulog pada saat itu lebih disebabkan oleh belum dibayarkannya dana PSO oleh pemerintah.

"Keuntungan itu nanti akan diaudit terlebih dahulu," ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso disela Dialog Ekonomi Antara di Gedung LKBN Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 2 Desember 2010.

Menurut Sutarto, keuntungan yang diperoleh Bulog berasal dari pendapatan dari sektor komersial seperti perdagangan beras dan pemanfaatan aset. Tahun lalu, keuntungan sektor komersial Bulog ini mencatat laba Rp200 miliar.

Sumber pendapatan lain adalah pembayaran dana public service obligation (PSO) dari pemerintah. Meski nantinya dana ini akan diaudit, Bulog memperkirakan dana PSO yang harus dibayarkan tahun ini mencapai Rp13 triliun.

Sutarto mengatakan bahwa kontribusi pendapatan perusahaan selama ini lebih banyak berasal dari bisnis komersial dibandingkan PSO. Perbandingan dua lini pendapatan ini adalah 60 berbanding 40 persen.



© VIVA.co.id

SHARE

BERITA TERKAIT
BERITA TERPOPULER
A A A
Kanal Lainnya