Kamis, 24 April 2014
23:11 WIB
"Potensi Konflik Antar-Agama di RI Masih Ada"
Ketegangan dan potensi konflik tersebut antara lain berbentuk kekerasan, pemaksaan.
Like
Petinggi Muhammadiyah, Din Syamsuddin & Haedar Nasir
Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam | Rabu, 14 Juli 2010, 16:36 WIB

VIVAnews - Dewan Antar-agama Indonesia (Inter Religius Council/IRC) mengadakan pertemuan hari ini untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia. Diantaranya, masalah potensi konflik.

Presiden IRC Din Syamsuddin mengatakan para tokoh agama menengarai masih ada ketegangan dan potensi konflik dalam hubungan antar-umat beragama di Indonesia. Ketegangan dan potensi konflik tersebut antara lain berbentuk kekerasan, pemaksaan kehendak, perusakan tempat ibadah, dan lainnya.

"Oleh karena itu kami mengharapkan umat yang berada di lapisan bawah atau masyarakat grass root bisa saling mengendalikan diri dan menghindari terjadinya kekerasan, sehingga tak menimbulkan tindakan destruktif," kata Din usai pertemuan dengan para tokoh agama di kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC), Menteng, Rabu 14 Juli 2010.

Para tokoh agama, lanjut Din, juga menilai ada gejala krisis moral yang mengemuka dalam berbagai bentuk di masyarakat. Misalnya, pelanggaran hukum, korupsi dan lain-lain.

"Oleh karena itu kami mengimbau kepada aparat penegak hukum, khususnya kepolisian RI, dapat tegas untuk menegakkan hukum dan jangan biarkan pelanggaran-pelanggaran itu terjadi," kata Din.

Dari pertemuan hari ini, IRC sepakat akan menyelenggarakan pertemuan agung para tokoh umat beragama di Indonesia, akhir tahun ini.

"Atau selambat-lambatnya awal tahun depan. Pertemuan ini akan menjadi sebuah forum dialog dan silaturahmi nasional yang membahas masalah-masalah di kalangan umat dan bangsa ini," tambahnya.

Selain Din, hadir pula dalam pertemuan tersebut tokoh agama lainnya seperti Kardinal J Darmaatmaja (Katholik), Nazri Adlani (salah satu Ketua PBNU/MUI), Udayana (tokoh Hindu), Ketua PGI Andreas Yewangoe (Protestan), Uung Sendana (Matakin), Rusli Tan (tokoh Budha).

IRC, lanjut Din, menegaskan tekad untuk tetap melanjutkan kerjasama yang konstruktif, sebagai anak bangsa, dari para pemuka agama hingga ke lapisan umat paling bawah. Tekad kerjasama ini akan melibatkan seluruh elemen dan komponen umat beragama yang ada di tanah air. (umi)

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya