Jum'at, 1 Agustus 2014
12:44 WIB
Besok, Ribuan Buruh Kepung Surabaya
Polwiltabes Surabaya menyiapkan 2.600 personel guna mengamankan aksi ini.
Like
Demo Buruh
Amril Amarullah | Jum'at, 30 April 2010, 14:11 WIB

SURABAYA POST – Momentum peringatan Hari Buruh International atau May Day dimanfaatkan para buruh untuk melakukan aksi unjuk rasa, besok 1 Mei 2010.

Ribuan buruh akan beraksi di Kantor Gubernur dan DPRD Jatim menuntut reformasi Jaminan Sosial, Jamsostek, serta tuntutan lainnya. Polwiltabes Surabaya menyiapkan 2.600 personel guna mengamankan aksi ini.

"Meskipun ada yang berusaha menggembosi agar tidak ada aksi demo di May Day dengan mengganti cara lain, besok kita tetap berdemo ke Kantor Gubernur dan DPRD Jatim," kata Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim, Jamaluddin, Jumat pagi.

Jamaluddin mengatakan, sekitar 5.000 buruh dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, akan tumplek blek di Kantor Gubernur dan DPRD Jatim dengan mengendarai 15 bus, 5 truk dan sisanya ratusan mengendarai motor untuk menyuarakan aspirasinya.

Agenda utama dalam aksi ini menuntut adanya reformasi sistem jaminan sosial. "Kami meminta gubernur Jatim, Soekarwo dan DPRD Jatim untuk mendukung segera disahkannya RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Revisi UU 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek," tegas Jamaluddin.

Tuntutan ini, sambung Jamal, akan dilakukan serentak oleh seluruh buruh di Indonesia yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) untuk mendesak kepala daerah dan DPRD setempat mendukung kedua usulan tersebut.

Jamal menjelaskan selama ini, memang ada Jamsostek yang mengcover kebutuhan buruh akan kesehatan. Namun, sayangnya Jamsostek dinilai terlalu kapitalis bahkan korupsi. Selain itu, mutu pelayanan kesehatan juga sangat jelek dan sangat diskriminatif kepada buruh dan masyarakat miskin.

"Selama ini pelayanan kesehatan di Poli Jamsostek sangat buruk, selain diskriminatif juga banyak terjadi korupsi," ungkapnya.

Dalam peringatan hari buruh besok, pihaknya juga tetap akan memperjuangkan hak buruh untuk mendapatkan upah layak. Serta penghapusan sistem kerja outshourcing dan kontrak yang sangat memberatkan bagi kaum buruh.

Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Ike Edwin mempersilakan para buruh untuk melakukan unjuk rasa. "Saya mengimbau kepada mereka untuk tertib. Jangan ganggu kepentingan masyarakat lainnya," ujar Kapolwiltabes Surabaya Ike Edwin.     

Terkait ini Kasatlantas Polwiltabes Surabaya AKBP Agus Wijayanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar aksi ini tak menimbulkan kemacetan di tengah kota. Namun kebijakannya fleksibel.

"Kami lihat saja kondisinya nanti di lapangan. Pasti kalau ada konsentrasi massa  kita akan melakukan penyesuaian dan menutup jalan dengan sistem buka tutup," ujar Agus Wijayanto yang dipromosikan menjadi Kapolres Probolinggo.

Terkait persiapan  pengamanan besok, Kaur Binops Polwiltabes Surabaya AKP Harna SH mengatakan pihaknya akan melakukan pengawalan terhadap massa yang masuk wilayah Surabaya dari berbagai jalur perbatasan mulai Waru Sidoarjo, Gresik hingga Jembatan Suramadu. "Kami juga menempatkan lebih banyak petugas di titik-titik pintu masuk Kota Surabaya," ujar AKP Harna.

Beberapa pintu masuk tersebut antara lain: Bundaran Waru, Jl HR Muhammad, Osowilangun atau Jl Demak, dan Menganti atau Lakarsantri. "Setiap massa akan dikawal dengan roda dua dan roda empat dan satu pendamping yang berada di tengah," ujar AKP Harna.

Harna mengatakan ada kemungkinan sistem pengamanan kali ini tidak menggunakan penyekatan sehingga massa dari luar kota bisa masuk. Karena itu ada kemungkinan terjadi penumpukan konsentrasi massa.

Guna mencegah terjadinya penumpukan, polisi akan melakukan sejumlah pengaturan. AKP Harna mencontohkan, semua massa dari pintu masuk Bundaran Waru untuk menuju Jl Pahlawan atau Indrapura dilewatkan melalui Jl Diponegoro.

"Tapi bila massa yang datang bersamaan waktunya dari arah Gresik, maka massa dari Jl A Yani nanti diarahkan lewat Jl Darmo," ujar Harna. 

Sementara itu Polda Jawa Timur dan jajaran kepolisian se-Jatim sudah menerima pengajuan izin unjuk rasa selama beberapa hari ke depan mulai Sabtu besok.

"Beberapa aliansi buruh memang mengajukan izin untuk menggelar demo pada tanggal 1 Mei dengan massa berjumlah ribuan orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti MM di Surabaya, Jumat.

Ia mengharapkan elemen masyarakat yang merayakan May Day itu menggelar aksinya dengan lancar dan tertib dan tidak mengganggu masyarakat lain. (hs)
 
Laporan: Fatchurrahman Al Aziz & Siska Prestiwati

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya