Jum'at, 25 April 2014
01:52 WIB
Kenapa Orang Kaya RI Tinggal di Singapura
Namun, meski bisnis di sini, mereka memilih menetap di Singapura.
Like
Kawasan Orchard Road, Singapura
Heri Susanto | Jum'at, 12 Maret 2010, 10:00 WIB

VIVAnews - Majalah ternama Forbes kembali mengumumkan 1000 orang kaya dunia 2010. dari deretan taipan kaya dunia tersebut, tujuh orang di antaranya berasal dari Indonesia.

Dari tujuh orang itu, lima diantaranya bertahan di daftar orang kaya Michael Hartono, R Budi Hartono, Sukanto Tanoto, Martua Sitorus dan Peter Sondakh. Sedangkan, dua orang lainnya adalah nama baru, yakni Chairul Tanjung dan Low Tuck Kwong.

Yang menarik, selain Low Tuck Kwong warga Singapura yang berganti kewarganegaraan jadi Indonesia, dua taipan lainnya justru sebaliknya. Mereka yang warga Indonesia malah memilih menetap di Singapura, meskipun gurita bisnis dan sebagian besar perusahaannya beroperasi di Indonesia.

Kedua WNI yang memilih tinggal di Singapura itu adalah Martua Sitorus dan Sukanto Tanoto. Keduanya lahir dan besar di Pulau Sumatra. Martua lahir di Pematang Siantar dan mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan. Nama kecilnya, Thio Seng Hap dan dipanggil A Hok.

Sedangkan, Sukanto lahir, besar dan sekolah di Belawan, Sumatera Utara. Dia lahir pada 25 Desember 1949 dengan nama asli Tan Kang Hoo.

Keduanya, juga memulai bisnis di Sumatra. Martua mulai dari pedagang minyak sawit, sedangkan Sukanto berawal dari jualan minyak, bensin, hingga onderdil mobil. Namun, kendali bisnis mereka bukan di Indonesia, melainkan di negara kota Singapura.

Kantor pusat Martua persisnya beralamat di 56 Neil Road, Singapore 088830. Dari sini, Martua yang dikenal sebagai raja sawit Asia mengendalikan usahanya di bawah bendera Grup Wilmar International Limited.

Selain memiliki kebun ribuan hektar di Sumatra, Martua juga mempunyai pabrik biodiesel di Riau yang terbesar di dunia dengan produk minyak goreng merek Sania. Bisnisnya sudah berkembang ke China, India, Malaysia dan Eropa dengan total 70 ribu karyawan dengan jaringan di 50 negara.

Kelompok usaha Wilmar tercatat di Bursa Efek Singapura sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar. Total asetnya pada 2007 mencapai US$ 15,5 miliar, dengan pendapatan US$ 16,46 miliar.

Sukanto tak jauh berbeda. Lewat bendera Raja Garuda Mas International, Sukanto mengendalikan bisnisnya dari UOB Plaza 1 dengan alamat di 80 Raffles Place #50-01, Singapore 048624. Sejak 1997, Sukanto memilih bermukim di Singapura bersama keluarga dan anak-anaknya.

Dari sini pula, Sukanto yang pernah diburu aparat pajak Indonesia menjalankan roda bisnis yang beroperasi di Indonesia, bahkan sudah jauh berkembang ke berbagai negara lainnya. Bisnis anak Belawan ini sudah berkembang ke China, Hong Kong, Philipina hingga Brazil. Di Indonesia, markas Sukanto berada di Teluk Betung, Jakarta.

Singapura yang stabil dan jauh dari hiruk pikuk politik memang dikenal pusat keuangan dan bisnis di Asia. Banyak pengusaha dari berbagai negara memilih Singapura untuk kantor bisnis mereka. Tak terkecuali para pengusaha asal Indonesia.

Bahkan, sebuah lembaga survei, Merrill Lynch-Capgemini kerap menyebutkan bahwa Singapura merupakan surga orang kaya Indonesia. Merrill Lynch menyebutkan sepertiga dari orang superkaya Singapura adalah warga Indonesia.

Survei Merrill Lynch tiga tahun lalu menyebutkan dari 55 ribu orang sangat kaya di Negeri Singa dengan total kekayaan sekitar US$ 260 miliar, 18 ribu merupakan orang Indonesia. Total dana orang Indonesia yang diparkir di sana mencapai sekitar US$ 87 miliar atau setara dengan Rp 783 triliun.

heri.susanto@vivanews.com

 

 

Daftar Taipan RI di Pentas Dunia
No Nama Grup Harta (US$)
258 Michael Hartono Djarum 3,5 miliar
258 Budi Hartono Djarum 3,5 miliar
316 Martua Sitorus Wilmar 3,0 miliar
437 Peter Sondakh Rajawali 2,2 miliar
536 Sukanto Tanoto Raja Garuda 1,9 miliar
828 Low Tuck Kwong Bayan Resources 1,2 miliar
937 Chairul Tanjung Para 1,0 miliar

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya