Kamis, 17 April 2014
13:44 WIB
2025, Indonesia Diuntungkan Jumlah Penduduk
Pada tahun itu, sebagian negara-negara Asia mengalami krisis generasi muda.
Like
Chatib Basri
Hadi Suprapto, Syahid Latif | Rabu, 3 Februari 2010, 08:13 WIB

VIVAnews - Seiring makin bertambahnya jumlah penduduk usia lanjut di negara Asia seperti Jepang, Singapura, dan Vietnam, perekonomian Indonesia diperkirakan berpeluang tumbuh lebih tinggi pada 2025.

"Indonesia pada 2025 akan mempunyai bonus demografi di mana penduduk usia muda akan lebih banyak. Jika Jepang tidak mau membuka diri terhadap Indonesia, bisa turun produksinya," kata Staf Ahli Menteri Keuangan M Chatib Basri dalam Diskusi Freedom Institute 100 Hari SBY dan Arah Ekonomi Nasional di Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa, 2 Februari 2010.

Menurut Chatib, negara-negara di Asia terutama ketiga negara tersebut diperkirakan bakal mengalami ledakan jumlah penduduk usia lanjut berumur di atas 65 tahun pada 2025. "Jumlah penduduk tua itu lebih besar dibandingkan dengan penduduk berumur di bawah 65 tahun," katanya.

Kondisi tersebut terjadi karena tingkat kesehatan di negara-negara tersebut sudah relatif baik sementara jumlah kelahiran penduduk baru masih sedikit serta angka kematian yang jarang.

Akibat kelebihan penduduk usia lanjut itu, angka produktivitas diperkirakan akan menurun karena pemerintah tidak mungkin memaksa orang tua untuk bekerja. Selain itu jumlah penduduk manusa usia lanjut (Manula) juga diprediksi bakal menyedot anggaran pemerintah seiring makin meningkatnya jumlah asuransi yang harus ditanggung negara. "Dana negara akan habis untuk membiayai orang jompo," katanya.

Melihat kondisi tersebut, kata Chatib, Indonesia dianggap memiliki peluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan kata lain, negara-negara Asia dengan jumlah penduduk Manula tinggi seperti Jepang harus menggandeng negara berpenduduk usia muda besar untuk tetap menjaga produktivitasnya.

Kendati demikian, Chatib menilai, peluang tersebut hanya dapat diraih jika sumber daya manusia yang ada di Tanah Air memiliki tingkat pendidikan tinggi dengan kemampuan penguasaan bahasa asing lebih baik.

"Demografi tidak bisa dihindarkan dan itu akan mengubah semuanya. Indonesia nantinya harus bersaing dengan Filipina," kata dia.

hadi.suprapto@vivanews.com

© VIVA.co.id

Berita Terkait
A A A
Kanal Lainnya